Media Kampung – 28 Maret 2026 | Pada akhir pekan 28-29 Maret 2026, arus balik pemudik diprediksi mencapai puncaknya menyusul kembali aktivitas perkantoran dan sekolah pada Senin 30 Maret. Data Kompas menunjukkan 42 persen pemudik masih berada di kampung halaman, menambah beban lalu lintas di Tol Cipali dan jaringan utama lainnya.
Polri melalui Korlantas meningkatkan pengawasan di jalur tol hingga terminal, memperluas kegiatan rutin KRYD yang meliputi arteri, simpul transportasi, dan kawasan wisata. Meskipun Operasi Ketupat resmi selesai pada 25 Maret, petugas tetap berada di lapangan untuk mengamankan arus balik yang masih tinggi.
Irjen Agus Suryonugroho menegaskan kesiapan satuan lalu lintas dalam menghadapi lonjakan volume kendaraan, khususnya di gerbang tol Kalikangkung. “Jika indikator kendaraan mendekati 4.000 unit, kami akan menerapkan one way secara nasional pada hari Sabtu,” ujarnya pada 27 Maret.
Saat ini, volume kendaraan di Kalikangkung berkisar antara 2.500 hingga 3.800 unit, sehingga pengaturan dua arah masih dipertahankan. Namun, pihak berwenang memperingatkan bahwa angka tersebut dapat cepat naik mengingat konsentrasi pemudik dari Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Pengguna media sosial mengeluhkan kemacetan parah di Tol Cipali, terutama arah Jakarta, dan menuntut penerapan one way nasional secara langsung. Beberapa netizen menulis, “Kami butuh satu jalur saja supaya tidak terjebak macet total,” menambah tekanan pada pembuat kebijakan.
Korlantas menanggapi aspirasi publik dengan menjanjikan sosialisasi dan sterilisasi jalur sebelum penerapan rekayasa lalu lintas. Setiap perubahan akan diinformasikan melalui media resmi dan papan elektronik di gerbang tol untuk menghindari kebingungan pengendara.
Jika satu arah diterapkan, kendaraan akan mengalir secara teratur dari arah timur ke barat, mengurangi persimpangan dan mengoptimalkan kapasitas jalan. Kebijakan ini bersifat situasional, dengan kemungkinan penyesuaian kembali bila volume turun di bawah ambang batas.
Selain Tol Cipali, fokus pengamanan juga mencakup Terminal Kampung Rambutan di Jakarta Timur, yang diproyeksikan menjadi titik konsentrasi pemulangan pada akhir pekan. Penanganan di terminal tersebut melibatkan koordinasi antara kepolisian, Korlantas, dan operator angkutan umum.
Para pengemudi bus melaporkan peningkatan permintaan tiket untuk rute pulang, memperparah kepadatan di persimpangan utama. Korlantas mengantisipasi hal ini dengan menyiapkan jalur khusus bus di beberapa gerbang tol.
Penggunaan sistem monitoring otomatis dan kamera CCTV di tol memungkinkan identifikasi real‑time terhadap volume kendaraan. Data tersebut akan diolah untuk menentukan apakah satu arah perlu diberlakukan secara lebih luas.
Para pejabat menegaskan bahwa kebijakan one way tidak akan mengorbankan keselamatan, melainkan meningkatkan kelancaran dan mengurangi risiko tabrakan. Mereka juga menambahkan bahwa rencana darurat siap diaktifkan bila terjadi kemacetan ekstrem.
Dengan persiapan intensif, diharapkan arus balik kedua dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kemacetan berlarut, sekaligus memberi ruang bagi aktivitas ekonomi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kondisi akan terus dipantau, dan kebijakan akan disesuaikan sesuai dinamika lapangan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan