Media Kampung – 28 Maret 2026 | Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta mengumumkan bahwa Siklon Tropis Narelle diprediksi akan mencapai kecepatan angin maksimum setara kategori empat dalam 24 jam ke depan.

Pergerakan siklon diarahkan ke barat, dengan pusat berada di Samudra Hindia, sebelah barat Australia dan selatan Nusa Tenggara Barat.

Siklon ini berakar dari bibit siklon 96P yang terbentuk pada 17 Maret 2026 dan dipantau secara intensif sejak 21 Maret 2026.

BMKG menegaskan bahwa dampak tidak langsung dari Narelle akan memengaruhi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah Indonesia hingga 27 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.

Hujan sedang hingga lebat diperkirakan melanda Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Intensitas curah hujan dapat menimbulkan banjir lokal dan tanah longsor di daerah-daerah rawan.

Di perairan, gelombang tinggi berkisar antara 1,24 hingga 2,5 meter diproyeksikan melanda selatan Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, serta wilayah Samudra Hindia selatan Bali.

Bagian selatan jawa timur dan Nusa Tenggara Barat diperkirakan akan menghadapi kondisi laut yang moderat hingga berbahaya bagi pelayaran.

BMKG menambahkan bahwa gelombang tinggi juga dapat memengaruhi Laut Sawu dan Laut Arafuru di barat.

“Masyarakat di wilayah yang teridentifikasi harus meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi arahan resmi,” ujar juru bicara BMKG Jakarta.

Dia menekankan pentingnya persiapan darurat, terutama bagi petani dan nelayan yang rentan terhadap hujan lebat dan gelombang tinggi.

Pemerintah daerah Jawa Timur telah mengeluarkan status siaga hujan sedang‑lebat untuk seluruh kabupaten.

Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sedang digencarkan untuk mempercepat evakuasi bila diperlukan.

Data satelit menunjukkan bahwa suhu permukaan laut di sekitar pusat siklon tetap tinggi, memperkuat intensitas sistem badai.

Tekanan atmosfer yang kontras antara daerah hangat dan sekitarnya menjadi pendorong utama peningkatan kecepatan angin.

Prediksi BMBM menyebutkan bahwa Narelle dapat bergerak lebih cepat jika aliran jet stream di atas tetap kuat.

Jika siklon tidak melemah, potensi kerusakan infrastruktur jalan dan jaringan listrik di wilayah terdampak dapat meningkat signifikan.

Warga di daerah rawan diimbau untuk menyiapkan perlengkapan darurat, termasuk lampu senter, air bersih, dan makanan tahan lama.

Pantauan berkelanjutan akan terus dilakukan oleh BMKG melalui jaringan radar dan satelit hingga siklon melemah atau meninggalkan wilayah Indonesia.

Dengan langkah antisipatif, diharapkan dampak Narelle dapat diminimalkan meski intensitasnya tetap tinggi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.