Media Kampung – 24 Maret 2026 | Korlantas Polri mengaktifkan skema rekayasa lalu lintas berupa one way dan contraflow pada jaringan Tol Trans Jawa sejak 23 Maret 2026 untuk mengatasi lonjakan kendaraan mudik kembali ke Jakarta.
Pengaturan satu arah lokal diterapkan mulai dari KM 263 Tol Brebes di Jawa Tengah hingga Gerbang Tol Cikampek Utama di KM 70, sementara jalur contraflow dibuka dari KM 70 turun ke KM 47.
Brigjen Pol. Faizal, Kasatgas Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat 2026, menyatakan arus balik dari arah timur dan Bandung meningkat tajam sejak Senin siang, memaksa pihaknya menurunkan volume kendaraan dengan cepat.
Ia menegaskan, “Arus balik terutama yang dari arah timur jauh maupun dari arah Bandung sudah terlihat, dan dari tadi Senin (23/3) siang ke sore sudah dilakukan rekayasa lalu lintas berupa one way.”
Kontrafil yang diterapkan pada ruas KM 70‑47 bertujuan menjaga ritme pergerakan kendaraan agar tetap mengalir tanpa terjadinya kemacetan total.
Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 hingga 25 Maret 2026, bertepatan dengan akhir libur Idul Fitri 1447 Hijriah.
Untuk menambah kapasitas, Jasa Marga Transjawa Tol (JTT) mengalihkan sebagian kendaraan Bandung ke Tol Fungsional Jakarta‑Cikampek II Selatan.
Ria Marlinda Paallo, Vice President Corporate Secretary & Legal JTT, menjelaskan bahwa contraflow dibuka pada Senin petang pukul 18.19 WIB berdasarkan diskresi kepolisian.
Ia menambahkan, “Rekayasa lalu lintas ini diberlakukan secara situasional atas diskresi pihak kepolisian dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di lapangan.”
Selain itu, JTT menyiapkan skema one way nasional dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikarang Utama sebagai antisipasi lonjakan volume kendaraan ekstrem.
Pengaturan buka‑tutup juga diterapkan di Rest Area KM 52B arah Jakarta untuk mencegah antrean kendaraan masuk ke area istirahat yang dapat menghambat arus utama.
Petugas mengingatkan pengemudi agar memeriksa kondisi fisik, bahan bakar, dan saldo e‑money sebelum memasuki jalur tol selama arus balik.
“Hindari mengemudi dalam keadaan lelah atau mengantuk, karena risiko microsleep sangat tinggi,” ujar Brigjen Faizal sebagai peringatan keselamatan.
Penggunaan sistem one way lokal dan contraflow dipantau secara intensif oleh polisi dan pengelola tol untuk menyesuaikan penyesuaian bila diperlukan.
Data lapangan menunjukkan penurunan kepadatan pada ruas yang sudah di‑one‑way, sementara contraflow membantu mengurangi antrian di gerbang tol utama.
Rencana penerapan one way nasional masih dalam tahap persiapan, namun diperkirakan akan diaktifkan bila volume kendaraan kembali melampaui ambang batas kritis.
Para pemudik diharapkan menyesuaikan jadwal perjalanan, memanfaatkan aplikasi pemantauan lalu lintas, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Kebijakan ini mencerminkan koordinasi antara Korlantas Polri, Jasa Marga, dan pemerintah daerah dalam mengelola arus balik Lebaran secara terpadu.
Dengan langkah contraflow dan one way, diharapkan arus balik dapat tetap lancar, mengurangi potensi kemacetan, dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Situasi akan terus dipantau hingga akhir minggu, dan kebijakan tambahan dapat diterapkan sesuai dinamika volume kendaraan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan