Media Kampung – 20 Maret 2026 | Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan tidak menggelar open house pada perayaan Idul Fitri 1447 H, mengumumkannya lewat akun Instagram pribadi sejak awal Ramadan. Keputusan itu ditujukan kepada seluruh pegawai Kementerian Kehutanan dengan harapan mereka memanfaatkan libur untuk mudik ke kampung halaman.

Raja Juli menekankan bahwa ia tidak akan menerima hampers atau parcel dalam bentuk apa pun, melainkan mengajak staf mengalihkan bantuan tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia menegaskan agar para pegawai tidak mengirimkan bingkisan kepadanya, melainkan kepada orang‑orang yang berada di sekitar mereka yang lebih membutuhkan.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan kepada semua pejabat negara agar tidak menyelenggarakan open house yang berlebihan, sejalan dengan surat edaran Sekretaris Negara. Surat edaran tersebut menekankan pentingnya kesederhanaan dalam perayaan Lebaran serta mengingatkan masih banyak wilayah yang terdampak bencana, terutama di Sumatra.

Prabowo menambahkan bahwa larangan tersebut bukan berarti menutup seluruh kegiatan, karena roda perekonomian harus tetap berjalan. Ia menekankan bahwa contoh sederhana dari pejabat dapat membantu masyarakat mengurangi beban ekonomi selama Lebaran.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengkonfirmasi penerbitan surat edaran kepada seluruh kementerian, menegaskan tujuan menghindari kemewahan dalam open house atau halal bihalal. Surat tersebut mengimbau semua pihak untuk menyesuaikan perayaan dengan kondisi ekonomi dan sosial saat ini.

Raja Juli menanggapi arahan tersebut dengan menegaskan manfaat mudik bagi pegawai, termasuk kesempatan bersilaturahmi dengan keluarga di kampung. Ia menambahkan bahwa bantuan hampers yang biasanya diberikan kepada pejabat dapat dialihkan kepada orang‑orang yang lebih membutuhkan di lingkungan masing‑masing.

Langkah serupa juga diambil oleh beberapa menteri lain, seperti Menteri Kesehatan dan Menteri Pertanian, yang menyatakan tidak mengadakan open house, memperkuat kebijakan pemerintah pusat. Pengumuman ini mendapat respons positif dari kalangan masyarakat, yang menilai kebijakan tersebut mencerminkan kepedulian terhadap ekonomi rakyat dan solidaritas sosial.

Pengamat politik menyebut keputusan ini sebagai upaya pemerintah menunjukkan contoh kepemimpinan yang responsif terhadap situasi ekonomi pasca‑pandemi dan bencana alam. Kritik ringan muncul dari pihak yang menganggap tradisi open house tetap penting untuk mempererat hubungan antara pejabat dan konstituen.

Namun, Menteri Kehutanan menegaskan bahwa tujuan utama adalah mengoptimalkan penggunaan dana publik dan menyalurkan bantuan secara lebih merata. Kebijakan ini diperkirakan akan memengaruhi pola konsumsi selama periode Lebaran, dengan peningkatan pembelian tiket mudik dan penurunan permintaan layanan catering untuk acara resmi.

Observasi pasar menunjukkan bahwa penyedia layanan transportasi melaporkan peningkatan pemesanan tiket sejak awal Ramadan. Pemerintah menegaskan bahwa penghematan anggaran dari pembatalan open house dapat dialokasikan kembali ke program reboisasi dan konservasi hutan.

Raja Juli menutup pernyataannya dengan harapan agar semua pihak dapat menjadikan Lebaran tahun ini sebagai momentum berbagi kepada yang membutuhkan, bukan sekadar perayaan pribadi. Dengan kebijakan ini, diharapkan contoh sederhana dari tingkat tertinggi dapat menular ke seluruh lapisan pemerintahan dan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.