Media Kampung – 20 Maret 2026 | Polri melaporkan bahwa puncak arus mudik Lebaran 2026 dapat dikelola dengan baik. Laporan harian Operasi Ketupat 2026 menunjukkan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.

Data Jasa Marga Command Center mencatat 181.617 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui empat gerbang tol utama pada H‑3 Lebaran. Angka tersebut naik sekitar 78,84 % dibandingkan kondisi normal.

Gerbang Tol Cikampek Utama mencatat arus tertinggi dengan 84.434 kendaraan, diikuti oleh Gerbang Tol Cikupa dengan 36.900 kendaraan. Gerbang Tol Ciawi dan Kalihurip Utama masing-masing menyumbang 30.759 dan 29.524 kendaraan.

Sebaliknya, jumlah kendaraan yang memasuki Jakarta melalui empat gerbang tol utama tercatat 78.450 unit, turun sekitar 20,55 % dari rata‑rata harian. Penurunan ini mencerminkan pergeseran pola mobilitas menjelang Hari Raya.

Kepadatan lalu lintas masih terlihat di ruas Tol Jakarta‑Cikampek, terutama pada jam‑jam puncak. Namun petugas berhasil mengatur aliran sehingga tidak terjadi kemacetan signifikan.

Di sektor transportasi laut, 36 pelabuhan penyeberangan melayani 1.132 perjalanan kapal dengan total 378.689 penumpang. Jumlah kendaraan yang menyeberang mencakup 49.333 roda dua, 39.814 roda empat, 2.791 bus, dan 5.292 truk.

Jalur utama penyeberangan menampung 163.603 penumpang pada rute Jawa‑Sumatera dan 72.497 penumpang pada rute Jawa‑Bali. Aktivitas ini mendukung distribusi penumpang secara merata di antara pulau‑pulau utama.

Polri menerapkan skema satu arah (one‑way) pada sebagian jalur tol Trans Jawa, mulai KM 70 Gerbang Tol Cikampek hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung Semarang. Kebijakan ini berlaku selama 24 jam sejak 18 Maret 2026.

Analis keamanan Bambang Rukminto dari Institute for Security and Strategic Studies memuji keberhasilan Polri dalam menjaga kelancaran mudik. “Polri berhasil menjaga ketertiban jalan raya sejak awal, sehingga arus mudik tetap kondusif,” ujarnya.

Bambang menekankan peran sinergi antara Polri, pemerintah, dan pihak terkait seperti kebijakan Work From Anywhere yang mengurangi kepadatan kendaraan. Ia berharap langkah serupa terus diterapkan pada fase arus balik.

Operasi Ketupat 2026 tidak hanya fokus pada lalu lintas, tetapi juga mengantisipasi potensi kejahatan dan gangguan ketertiban. Tim khusus melakukan patroli intensif di titik‑titik rawan.

Dua jenis drone dikerahkan untuk mendukung pengawasan, satu terintegrasi dengan command center mobile dan satu lagi untuk penegakan tilang elektronik (ETLE). Drone tersebut memantau area yang tidak terjangkau kamera konvensional.

Sistem kecerdasan buatan (AI) dipakai untuk menganalisis data real‑time sepanjang jaringan mudik. AI membantu mengidentifikasi kemacetan dan menyesuaikan strategi pengaturan secara dinamis.

Teknologi traffic counting dipasang di ruas‑ruas utama untuk menghitung jumlah kendaraan yang melintas. Data ini disalurkan ke command center yang tersebar di Jawa, Sumatra, hingga Bali.

Pos pelayanan khusus didirikan di lokasi strategis, antara lain Pos Terpadu Jenderal Hoegeng Gadog dan Pos Pelayanan Gunung Mas di jalur Puncak. Pos‑pos tersebut memberikan bantuan teknis dan medis kepada pemudik.

Pemeriksaan ramp check dilakukan di KM 81 Tol Cipali untuk mencegah potensi kecelakaan. Pemeriksaan menyeluruh meliputi pengecekan rem, ban, dan muatan kendaraan.

Upaya pre‑emptif tersebut berkontribusi pada penurunan angka kecelakaan dibandingkan tahun‑tahun sebelumnya. Statistik sementara menunjukkan tidak ada kecelakaan fatal pada hari‑hari pertama mudik.

Dengan koordinasi lintas lembaga, data real‑time, dan kebijakan lalu lintas yang fleksibel, Polri menilai arus mudik Lebaran 2026 tetap terkendali. Pihak berwenang akan terus memantau situasi selama periode arus balik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.