Media Kampung – 17 Maret 2026 | Arus kendaraan mudik Lebaran meningkat signifikan pada sore hari Selasa, 17 Maret 2026. Menanggapi lonjakan tersebut, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengumumkan penerapan sistem satu arah (one‑way) pada ruas Tol Trans Jawa mulai pukul 15.00 WIB.
Penerapan One‑Way di Tol Trans Jawa
Kepala Korps Lalu Lintas, Irjen Agus Suryonugroho, menyatakan keputusan diambil setelah analisis intensif dan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan serta Direktur Utama Jasa Marga. Sistem satu arah akan berlaku pada segmen pertama nasional, yaitu dari kilometer 70 Cikatama hingga kilometer 263 Brebes Barat. Pada jam 13.00 WIB petugas telah memulai sterilisasi jalur dan area istirahat untuk memastikan keamanan sebelum pergantian arah.
Data Lalu Lintas dan Persiapan
Pengukuran di Tol Cikopo‑Palimanan (Cipali) menunjukkan volume kendaraan yang melaju ke arah Cirebon mencapai sekitar 41 ribu unit antara pukul 00.00 dan 15.00 WIB, naik 27 persen dibandingkan hari sebelumnya. Pada ruas yang sama, one‑way diterapkan mulai pukul 15.21 WIB, mencakup kilometer 72 hingga kilometer 188. Selain itu, dua gerbang tol di wilayah Jawa Tengah – Brebes Barat (KM 263) dan Pejagan (KM 249) – ditutup untuk jalur masuk menuju Jakarta, menambah kepastian bahwa semua kendaraan akan bergerak satu arah selama fase ini.
Harapan Terhadap Kelancaran Mudik
Pejabat menegaskan bahwa tujuan utama kebijakan ini adalah mempercepat perjalanan pemudik menuju Trans Jawa, khususnya menjelang puncak mudik yang diproyeksikan pada 18 Maret 2026. Dengan mengatur alur kendaraan secara terpusat, diharapkan terhindar dari kemacetan paralel yang biasanya terjadi pada sore‑sore menjelang hari raya.
Keterangan Pejabat
Irjen Agus menambahkan, “Setelah proses sterilisasi selesai, kami akan melakukan pengecekan terakhir pada setiap segmen, termasuk rest area, sebelum mengaktifkan one‑way pada pukul 15.00 WIB. Kami akan terus memantau situasi dan siap menyesuaikan kebijakan bila diperlukan.” Kombes Artanto, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, menegaskan bahwa penutupan gerbang tol merupakan bagian dari rangkaian langkah rekayasa lalu lintas yang telah direncanakan sejak dini.
Pengawasan lapangan dilakukan secara langsung oleh petugas kepolisian dan tim Jasa Marga. Seluruh proses dijalankan berdasarkan diskresi dan arahan di lapangan, dengan dukungan teknologi pemantauan real‑time untuk menilai kepadatan dan kecepatan kendaraan.
Jika kebijakan ini terbukti efektif, otoritas berencana memperluas penerapan one‑way ke segmen lain pada hari berikutnya, sebagai bagian dari upaya nasional mengatasi lonjakan mudik Lebaran tahun ini.
Dengan langkah rekayasa lalu lintas ini, diharapkan pemudik dapat mencapai tujuan lebih cepat dan aman, sekaligus mengurangi potensi kecelakaan di titik‑titik rawan pada jaringan tol Trans Jawa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








