Media Kampung – 11 Maret 2026 | Polri menggelar inovasi terbaru dalam pelatihan unit berkuda dengan mengoperasikan empat unit simulator berkuda berteknologi tinggi di markas Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam, Depok, Jawa Barat. Setiap unit dibanderol dengan harga Rp1 miliar, hasil alokasi anggaran tahun 2016, dan dirancang untuk meniru kondisi medan berkuda secara realistis lewat layar visual serta replika kuda yang dapat bergerak.
Fungsi Utama Simulator
- Latihan Dasar Menunggang: Satu unit difokuskan pada teknik dasar menunggang, termasuk jalan, lari, dan gallop. Peserta dapat merasakan sensasi kecepatan dan keseimbangan tanpa risiko cedera pada kuda hidup.
- Jumping (Lompat Rintangan): Unit kedua menyediakan modul latihan lompat rintangan, memampukan personel mengasah kemampuan mengatur kecepatan, tinggi, dan sudut lompatan.
- Balapan: Dua unit sisanya dikhususkan untuk simulasi balapan, memungkinkan anggota Detasemen Turangga berlatih strategi kecepatan, posisi, serta taktik persaingan dalam lintasan virtual.
Menurut Irjen Johnny Eddizon Isir, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, fasilitas ini “hanya ada di Direktorat Satwa Korsabhara Baharkam Polri” dan menjadi satu‑satunya simulator berkuda terlengkap di Indonesia. Video yang diunggah oleh Kombes Gatot Aris Purbaya di akun Instagram @garistrakos.official menampilkan ruangan lengkap dengan layar‑layar simulasi medan, patung replika kuda beragam varian, serta perangkat kontrol yang menyerupai pelana dan tali kekang.
Manfaat Strategis bagi Personel
Penggunaan simulator memberikan beberapa keunggulan strategis. Pertama, mengurangi risiko cedera baik pada personel maupun kuda asli yang biasanya diperlukan dalam pelatihan lapangan. Kedua, memungkinkan latihan berulang dalam kondisi yang dapat disesuaikan—misalnya variasi cuaca, kondisi tanah, atau tingkat kesulitan rintangan—tanpa harus menyiapkan arena fisik. Ketiga, mempercepat proses pembelajaran bagi personel baru Detasemen Turangga yang belum memiliki pengalaman menunggang secara intensif.
Detasemen Turangga, yang berada di bawah Korps Samapta Bhayangkara, bertugas mengamankan event publik, mengawal VIP, serta melakukan operasi penegakan hukum di medan yang memerlukan mobilitas tinggi. Kemampuan berkuda yang terlatih menjadi nilai tambah dalam situasi yang menuntut kecepatan dan ketangkasan.
Implementasi dan Prospek Kedepan
Dengan dukungan dana anggaran TA 2016, Polri berhasil mengintegrasikan teknologi simulasi ini ke dalam kurikulum pelatihan. Selanjutnya, direncanakan adanya program evaluasi performa berbasis data yang dihasilkan oleh simulator, sehingga instruktur dapat memberikan umpan balik yang lebih terukur kepada peserta.
Keberhasilan implementasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi satuan kepolisian lain, terutama yang memiliki unit tugas khusus dengan kebutuhan mobilitas khusus. Selain itu, potensi kolaborasi dengan institusi akademik atau lembaga riset untuk mengembangkan modul simulasi yang lebih canggih, misalnya integrasi real‑time feedback atau penggunaan virtual reality, menjadi langkah strategis berikutnya.
Secara keseluruhan, investasi Rp1 miliar per unit untuk empat simulator berkuda tidak hanya meningkatkan kapabilitas operasional Detasemen Turangga, tetapi juga menegaskan komitmen Polri dalam memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan efektivitas pelatihan dan kesiapan personel di lapangan.


Tinggalkan Balasan