Media Kampung – 11 Maret 2026 | JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk memproyeksikan sekitar 3,5 juta kendaraan akan melintasi jaringan tol saat arus mudik Lebaran 2026. Proyeksi tersebut disusun bersama Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan dan didasarkan pada data historis serta analisis tren perjalanan tahun‑tahun sebelumnya.

Puncak Arus Mudik dan Balik

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan bahwa puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi muncul pada 24 Maret 2026 (H+3 setelah Lebaran). Rivan menambahkan bahwa pergerakan kendaraan sudah mulai meningkat sejak Jumat, 13 Maret, berkat masa libur yang cukup panjang sehingga masyarakat dapat memulai perjalanan lebih awal.

Distribusi Tujuan Kendaraan

Dari total 3,5 juta kendaraan, distribusi tujuan diproyeksikan sebagai berikut:

  • 28 % menuju Merak (jalur barat).
  • 50 % menuju arah timur, yang selanjutnya terbagi menjadi 57 % ke jalur Trans Jawa dan 42 % ke jalur Cileunyi‑Cipularang.
  • 20 % menuju wilayah Bogor.

Jalur timur menjadi fokus utama karena menampung setengah dari seluruh volume kendaraan. Titik kepadatan biasanya terjadi di kilometer 66, tempat pertemuan volume kendaraan terbesar, terutama pada jalur Trans Jawa dan Cipularang.

Langkah Antisipasi Jasa Marga

Untuk mengatasi lonjakan lalu lintas, Jasa Marga menyiapkan empat ruas tol fungsional yang akan beroperasi secara khusus selama periode mudik‑balik:

  1. Tol Jogja‑Purwomartani.
  2. Tol Bawen‑Ambarawa.
  3. Tol Jakarta‑Cikampek II Selatan (Japek II Selatan), yang khusus dipakai untuk arus balik dari Bandung menuju Jabodetabek.
  4. Tol Probolinggo‑Besuki.

Selain itu, sebanyak 62 rest area di jaringan tol Jasa Marga sudah dipersiapkan untuk melayani pemudik. Perusahaan juga meluncurkan call center baru dengan nomor 133, yang dijanjikan akan merespons panggilan dalam tiga dering dan tiga menit.

Tren Pergerakan Awal

Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa pergerakan kendaraan mulai terlihat sejak H‑19 Lebaran, terutama pada golongan kendaraan non‑golongan 1. Volume kendaraan meningkat sekitar 3,26 % dibandingkan kondisi normal pada H‑26 hingga H‑20, dan naik 4,15 % jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Implikasi bagi Pengendara

Para pemudik disarankan untuk:

  • Menggunakan aplikasi pemantauan lalu lintas Jasa Marga atau layanan 133 untuk memperoleh informasi real‑time.
  • Memilih jalur alternatif bila terjadi kemacetan di kilometer 66.
  • Memanfaatkan rest area untuk istirahat dan mengisi bahan bakar.
  • Menjaga kepatuhan terhadap protokol keselamatan, termasuk penggunaan sabuk pengaman dan mematuhi batas kecepatan.

Dengan persiapan infrastruktur dan layanan pendukung, Jasa Marga berharap arus mudik 2026 dapat berjalan lebih lancar dibandingkan tahun‑tahun sebelumnya, meski volume kendaraan mencapai angka tertinggi dalam sejarah mudik modern.

Secara keseluruhan, proyeksi 3,5 juta kendaraan menegaskan besarnya mobilitas masyarakat Indonesia pada masa Lebaran, sekaligus menantang pihak pengelola jalan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan.