MediaKampung.com – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, secara resmi melepas program mudik gratis ‘Pulang Basamo 2026’ gelombang pertama. Sebanyak 100 unit bus diberangkatkan dari Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat, pada hari Minggu, 8 Maret 2026.

Ribuan pemudik asal Sumatera Barat akan diantar pulang kampung dari ibu kota menuju berbagai tujuan di provinsi tersebut. Program ini menjadi salah satu agenda tahunan yang dinanti-nantikan oleh perantau Minang.

Pelepasan Meriah dari Kompleks DPR RI

Suasana meriah menyelimuti Kompleks DPR RI saat pelepasan Pulang Basamo 2026 berlangsung sekitar pukul 10.38 WIB.

Pantauan langsung di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari para pemudik yang siap memulai perjalanan pulang kampung, diiringi sahutan klakson ‘telolet’ yang menambah semarak acara.

Andre Rosiade, dalam sambutannya, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran pelaksanaan program ini yang telah memasuki edisi keempat. ‘Pulang Basamo’ pertama kali digelar pada tahun 2023 dan terus berkembang setiap tahunnya.

“Alhamdulillah, program ini bisa berjalan dengan baik dan sangat membantu masyarakat Sumatera Barat yang ingin mudik pulang kampung,” ujar Andre Rosiade, menggarisbawahi pentingnya inisiatif ini bagi para perantau.

Program Mudik Gratis: Penopang Ekonomi Sumatera Barat

Pelepasan Meriah dari Kompleks DPR RI

Lebih dari sekadar memfasilitasi perjalanan, Andre Rosiade menegaskan bahwa program mudik gratis ini juga dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat. Dia menyoroti kondisi ekonomi provinsi yang masih memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat tercatat sebagai yang terburuk kedua di Pulau Sumatera, hanya mencapai 3,3% per tahun, sementara tingkat inflasi daerah justru menyentuh angka 6%.

“Terkait pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang hanya 3,3% setahun, sementara inflasinya 6%, saya berharap para pemudik ini juga membawa uang pulang kampung,” jelas Andre.

Inilah yang menjadi harapan besar agar perputaran uang dari para pemudik dapat secara langsung menggerakkan roda perekonomian lokal dan membantu saudara-saudara di kampung halaman.

Andre Rosiade menambahkan, para perantau Minang terbukti menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Sumatera Barat.

Setiap tahunnya, mereka diperkirakan mengirimkan dana sebesar Rp 20 triliun ke kampung halaman, sebuah kontribusi vital yang signifikan bagi daerah.

“Alhamdulillah, selama ini para pemudik dan perantau Minang inilah yang membantu ekonomi Sumatera Barat,” ungkap Andre, mengapresiasi loyalitas dan kepedulian para perantau.

Ia bahkan mengklaim bahwa tanpa aliran dana dari perantau Minang, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat mungkin hanya berada di angka sekitar 2%, jauh di bawah rata-rata nasional.

Komitmen Presiden Prabowo dan Kader Gerindra

Program Mudik Gratis: Penopang Ekonomi Sumatera Barat

Program ‘Pulang Basamo’ juga disebut sebagai wujud nyata komitmen Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk membantu masyarakat. Andre Rosiade menjelaskan bahwa seluruh kader Partai Gerindra diinstruksikan untuk bekerja keras demi kepentingan rakyat.

“Ini adalah bagian dari komitmen Presiden Prabowo, yang menginstruksikan seluruh kader beliau untuk bekerja keras membantu masyarakat,” tutur Andre.

Komitmen ini mencerminkan visi kepemimpinan yang berfokus pada kesejahteraan publik, termasuk memfasilitasi tradisi mudik yang erat kaitannya dengan budaya masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, program serupa diharapkan akan terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan untuk mendukung masyarakat yang ingin kembali ke tanah kelahiran.

Logistik dan Antusiasme Pemudik Dua Gelombang

Program mudik gratis ‘Pulang Basamo 2026’ direncanakan dalam dua gelombang keberangkatan untuk mengakomodasi total 12.000 pemudik.

Gelombang pertama, yang diberangkatkan pada 8 Maret 2026, mayoritas diikuti oleh mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Jakarta dan sekitarnya.

Adapun gelombang kedua, yang dijadwalkan akan berangkat pada tanggal 15 Maret 2026 pekan depan, akan melibatkan 150 unit bus.

Peserta pada gelombang kedua ini diperkirakan didominasi oleh para pekerja yang merantau di kawasan Jabodetabek, menunjukkan keberagaman latar belakang pemudik yang memanfaatkan fasilitas ini.

Keseluruhan program ini tidak hanya meringankan beban finansial pemudik tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. Pemerintah dan berbagai pihak berharap perputaran uang dan aktivitas ekonomi yang dibawa para pemudik dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan Sumatera Barat.

Inisiatif seperti ‘Pulang Basamo’ ini menjadi contoh kolaborasi antara wakil rakyat dan pemerintah dalam mendukung tradisi mudik, sekaligus menggerakkan perekonomian daerah melalui partisipasi aktif masyarakat perantau.