MediaKampung.com, Surabaya – Kementerian Perhubungan menyatakan kesiapan angkutan mudik Lebaran Idulfitri 2026 di Jawa Timur dengan perhatian khusus pada Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Titik ini menjadi krusial karena arus penyeberangan bertepatan dengan Hari Raya Nyepi di Bali.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan posko angkutan Lebaran akan beroperasi mulai 13 hingga 29 Maret 2026. Pemerintah memetakan titik-titik kepadatan, termasuk jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.

“Pelabuhan Ketapang akan kami antisipasi, termasuk penambahan kapal. Kami juga akan menginformasikan penutupan sementara saat Nyepi agar masyarakat bisa menyesuaikan jadwal perjalanan,” ujar Dudy di Gedung Negara Grahadi, Jumat (20/2).

Arus penyeberangan Banyuwangi–Jembrana diperkirakan meningkat selama periode mudik. Karena itu, koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang.

Selain pelabuhan, Kemenhub memantau jalur tol dan kawasan wisata. Rekayasa lalu lintas seperti contra flow, one way, dan ganjil-genap akan diterapkan oleh Korlantas Polri secara terpadu di wilayah Jawa.

Kemenhub juga membatasi operasional angkutan barang dengan sumbu tiga ke atas selama masa posko. Pembatasan ini untuk mengurangi kepadatan kendaraan berat di jalur utama mudik.

Secara nasional, jumlah pemudik diperkirakan mencapai 143,7 juta orang atau turun 1,75 persen dibanding 2025. Namun pemerintah tetap mengantisipasi lonjakan seperti tahun sebelumnya.

Banyuwangi menjadi salah satu daerah dengan mobilitas tinggi karena posisinya sebagai pintu gerbang Jawa–Bali.