BMKG peringatkan hujan lebat saat Imlek 2026 di wilayah Jabodetabek, Selasa (17/2/2026). Peringatan dini ini dikeluarkan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Wilayah dengan potensi hujan lebat tertinggi meliputi Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, serta Kepulauan Seribu, dengan estimasi curah hujan berkisar 20 hingga 100 milimeter per hari.

Prakirawan BMKG Wahyu Argo menjelaskan, secara klimatologis perayaan Imlek memang kerap berlangsung pada puncak musim hujan. Saat ini, kondisi cuaca dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia yang membawa massa udara basah dari daratan Asia menuju wilayah maritim Indonesia. Situasi tersebut diperkuat oleh fenomena cold surge, gelombang Kelvin dan Rossby, serta konvergensi yang meningkatkan pembentukan awan hujan.

Selain potensi hujan lebat, BMKG juga mengingatkan risiko banjir di sejumlah titik. Faktor topografi dan kapasitas sistem drainase menjadi penentu utama potensi genangan. Kawasan dataran rendah, hilir daerah aliran sungai, bantaran sungai, hingga wilayah perkotaan padat penduduk dengan drainase terbatas disebut sebagai area yang perlu mendapat perhatian lebih.

Hujan dengan durasi panjang dan intensitas signifikan dalam beberapa jam berpotensi memicu genangan hingga banjir, terutama di wilayah rawan tersebut. Masyarakat yang merayakan Imlek maupun memanfaatkan libur panjang diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi.

Untuk mendukung mobilitas publik, BMKG menyediakan layanan digital Weather for Traffic (DWT) yang memungkinkan pemantauan kondisi cuaca secara real time di sepanjang rute perjalanan darat, laut, dan udara di Indonesia. Layanan ini diharapkan dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih aman selama periode libur Imlek.