JAKARTA โ Mantan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memandang Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai bagian dari implementasi resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), khususnya terkait konflik di Gaza.
Menurut Marty, sikap Indonesia terhadap keikutsertaan dalam BoP tetap berlandaskan prinsip evaluasi berkelanjutan dan kepentingan nasional. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pertemuan bersama sejumlah mantan menteri luar negeri RI di Istana Kepresidenan, Jakarta.
โPandangan Indonesia jelas sebagaimana disampaikan Bapak Presiden, bahwa ini merupakan bagian dari pelaksanaan resolusi PBB mengenai Gaza. Indonesia akan terus mengevaluasi dan selalu mengedepankan kepentingan nasional,โ ujar Marty, Kamis (5/2/2026).
Marty menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian tidak bersifat statis. Evaluasi berkala menjadi kunci agar setiap langkah politik luar negeri tetap selaras dengan prinsip dasar diplomasi Indonesia.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas penjelasan Presiden Prabowo yang secara tegas menempatkan kepentingan nasional sebagai pedoman utama dalam menyikapi dinamika geopolitik global, termasuk keterlibatan Indonesia dalam forum internasional yang baru dibentuk.
โKepentingan nasional ditegaskan berulang kali sebagai landasan utama. Kami meyakini Presiden akan senantiasa memperhatikan hal tersebut dalam setiap keputusan strategis,โ kata Marty.
Lebih jauh, Marty menilai kondisi dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ketidakadilan bukanlah hal baru bagi Indonesia. Selama puluhan tahun, Indonesia telah menghadapi dinamika global serupa dan tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif.
Menurutnya, prinsip tersebut justru menjadi kekuatan diplomasi Indonesia dalam menjaga posisi yang seimbang, konstruktif, dan berorientasi pada perdamaian internasional tanpa mengabaikan kepentingan nasional. (balqis)


















Tinggalkan Balasan