Antisipasi virus Nipah menjadi perhatian serius Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten. Otoritas karantina memperketat pengawasan masuknya hewan dari India melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menyusul merebaknya wabah virus tersebut di negara tersebut.
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten, Duma Sari Margaretha Harianja, menjelaskan bahwa langkah pencegahan dilakukan dengan melarang masuknya jenis hewan tertentu dari India. Pembatasan ini terutama berlaku untuk hewan yang berisiko tinggi menularkan virus Nipah, seperti kelelawar dan babi.
Selain hewan, pengawasan juga diperluas terhadap pemasukan tumbuhan dari negara yang terdampak wabah. Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan risiko masuknya penyakit berbahaya melalui berbagai jalur komoditas.
Dalam pelaksanaan tugas, petugas karantina menerapkan standar biosecurity yang ketat serta menggunakan alat pelindung diri. Langkah tersebut bertujuan melindungi petugas dari potensi penularan sekaligus memastikan seluruh prosedur karantina berjalan aman.
Penguatan pengawasan difokuskan di titik-titik kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta. Balai Karantina Banten juga menjalin kerja sama dengan Balai Karantina Kesehatan Manusia, mengingat virus Nipah bersifat zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia maupun sebaliknya.
Selain pemeriksaan langsung, kewaspadaan diperkuat melalui pemanfaatan aplikasi All Indonesia. Melalui sistem tersebut, penumpang diwajibkan mengisi data sebelum tiba di Indonesia, termasuk informasi barang bawaan. Data tersebut membantu petugas mengidentifikasi penumpang yang membawa hewan atau komoditas berisiko sehingga dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan.
Langkah-langkah ini diharapkan mampu mencegah masuk dan menyebarnya virus Nipah ke Indonesia melalui jalur transportasi internasional. (balqis)


















Tinggalkan Balasan