Kasus anak SD tewas gantung diri di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi peringatan keras bagi negara untuk memastikan tidak ada anak yang terbebani tekanan ekonomi. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menanggapi meninggalnya seorang siswa kelas IV di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.
Lalu Hadrian menilai tragedi tersebut sangat memilukan dan harus menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan. Ia menekankan bahwa apabila faktor ekonomi benar menjadi pemicu, termasuk ketidakmampuan membeli buku tulis dan alat belajar, hal itu menunjukkan negara belum sepenuhnya hadir melindungi anak dari dampak kemiskinan terhadap kondisi mental dan kelangsungan pendidikan.
Ia menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban memperkuat jaring pengaman sosial di lingkungan sekolah agar tidak ada anak yang merasa terbebani akibat keterbatasan ekonomi keluarga. Selain itu, peran orang tua, keluarga, dan lingkungan terdekat dinilai sangat penting untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anak serta tidak mengabaikan keluhan yang terlihat sepele.
Menurutnya, anak-anak tidak seharusnya memikul beban hidup seorang diri, terutama jika berkaitan dengan kebutuhan dasar pendidikan yang menjadi tanggung jawab negara.
Sebelumnya, polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan saat mengevakuasi korban berinisial YBR (10). Surat tersebut ditulis menggunakan bahasa daerah Bajawa dan ditujukan kepada ibunya. Isinya mengungkapkan kekecewaan sekaligus pesan perpisahan.
Kepolisian setempat membenarkan bahwa surat tersebut memang ditulis oleh korban. Hingga kini, penyidik masih mendalami latar belakang peristiwa tersebut. Informasi yang berkembang menyebutkan korban kecewa karena permintaannya untuk dibelikan buku tulis dan pulpen tidak dapat dipenuhi akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, menjelaskan bahwa malam sebelum kejadian, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli perlengkapan sekolah. Namun permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi. Korban yang sehari-hari tinggal bersama neneknya diketahui menginap di rumah ibunya pada malam sebelum peristiwa tragis itu terjadi.(sy)


















Tinggalkan Balasan