Pemerintah Indonesia mencatat sejarah baru dengan resmi memiliki hotel di Makkah, Arab Saudi. Kepastian tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi setelah Indonesia memenangkan proses bidding kepemilikan properti di Kota Suci.
Prasetyo menyampaikan bahwa keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam pengelolaan layanan haji Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia tidak hanya menyewa, tetapi memiliki aset sendiri di Makkah sebagai bagian dari proyek besar Kampung Haji Indonesia.
Keberhasilan tersebut sebelumnya dilaporkan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, dalam forum retret kabinet. Pemerintah mengapresiasi langkah diplomasi intensif yang dilakukan hingga membuka peluang strategis bagi Indonesia di Arab Saudi.
Prasetyo menegaskan bahwa pencapaian ini terjadi setelah pemerintah Arab Saudi melakukan perubahan regulasi yang memungkinkan negara asing memiliki aset properti di wilayahnya. Kebijakan tersebut dinilai sebagai kabar baik, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi umat Islam yang setiap tahun menunaikan ibadah haji.
Menteri Agama melalui Menteri Haji dan Umrah, M. Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menyampaikan bahwa hotel milik Indonesia di Makkah ditargetkan mulai digunakan pada musim haji 2027. Hotel tersebut akan berada di kawasan Tahrir, salah satu area strategis di Kota Makkah.
Pengembangan Kampung Haji Indonesia direncanakan dimulai pada kuartal keempat 2026. Saat ini, kawasan Tahrir masih dalam tahap survei oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk memastikan kesiapan pembangunan.
Prasetyo kembali menegaskan bahwa kepemilikan hotel ini merupakan bagian dari proyek besar Kampung Haji Indonesia sekaligus bukti konkret keberhasilan diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto di tingkat internasional.
Dalam proyek tersebut, Danantara Indonesia telah menyiapkan dana sekitar US$800 juta atau setara Rp13,34 triliun. Dana itu akan digunakan untuk membangun 13 tower hotel lengkap dengan pusat perbelanjaan di kawasan Kampung Haji Indonesia.
Selain itu, Indonesia juga telah mengakuisisi Novotel Makkah Thakher City yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Hotel tersebut terdiri dari tiga tower dengan total 1.461 kamar yang mampu menampung 4.383 jemaah haji Indonesia.
Tak hanya itu, Indonesia turut membeli lahan seluas lima hektare di depan Novotel Makkah Thakher City. Di atas lahan tersebut akan dibangun hotel baru dan pusat perbelanjaan. Dengan tambahan 13 tower baru, kapasitas hotel diproyeksikan meningkat menjadi 6.025 kamar yang dapat menampung sekitar 23 ribu jemaah haji Indonesia.

















Tinggalkan Balasan