Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memproyeksikan puncak arus mudik Natal 2025 terjadi pada H-1 atau Rabu, 24 Desember 2025. Sementara puncak arus balik diprediksi jatuh pada Jumat, 2 Januari 2026, atau H+1 Tahun Baru. Proyeksi tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Jakarta, Senin (8/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa mayoritas pemudik diperkirakan memulai perjalanan pada pagi hari, khususnya antara pukul 07.00–09.59. Pola pilihan waktu ini, menurutnya, akan menjadi dasar bagi pengaturan operasional terminal, stasiun, bandara, serta pelabuhan pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dari sisi moda transportasi, kendaraan pribadi masih mendominasi pilihan masyarakat. Mobil pribadi diprediksi digunakan oleh sekitar 51,12 juta pemudik atau 42,78%, disusul sepeda motor mencapai 22 juta perjalanan atau 18,41%. Sementara kereta api berada di urutan ketujuh dengan sekitar 3,94 juta penumpang atau 3,29%.

Menhub menilai tingginya penggunaan kendaraan pribadi dan sepeda motor menunjukkan perlunya manajemen lalu lintas yang lebih intensif, terutama pada ruas tol serta akses menuju simpul-simpul transportasi. Hal ini penting dilakukan agar kemacetan parah dapat dicegah pada masa mudik dan balik.

Untuk memastikan kelancaran perjalanan, Kementerian Perhubungan akan mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Nataru 2025/2026 mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Pemerintah juga telah melakukan ramp check terhadap 40.683 kendaraan darat, 987 kapal laut, 191 kapal penyeberangan, 363 pesawat yang dinyatakan laik beroperasi, serta 3.333 sarana kereta api. (balqis).

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.