Kementerian Perhubungan memprediksi sebanyak 119,5 juta masyarakat Indonesia akan melakukan perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Mobil pribadi masih menjadi moda transportasi paling dominan dalam pergerakan masyarakat.

Data ini berasal dari hasil survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub, yang mencatat bahwa 42,01 persen penduduk berencana bepergian pada periode libur akhir tahun. Dari berbagai tujuan, Kota Yogyakarta tercatat sebagai destinasi favorit nasional dengan proyeksi 5,15 juta pergerakan.

“Daerah lainnya yang menjadi sasaran perjalanan adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Malang, Kabupaten Bogor, dan Kota Denpasar. Kelima wilayah ini merupakan pusat wisata budaya, alam, dan rekreasi keluarga,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangan tertulis.

Jawa Masih Dominasi Tujuan Perjalanan

Pulau Jawa tetap menjadi pusat pergerakan terbesar. Jawa Tengah diproyeksikan menjadi provinsi tujuan utama dengan 20,23 juta perjalanan, disusul Jawa Timur (16,83 juta) dan Jawa Barat (16,61 juta).
Di luar Jawa, peningkatan minat perjalanan terjadi di Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Lampung.

Dari sisi keberangkatan, Jakarta Timur menjadi daerah asal perjalanan terbesar, dilanjutkan Kabupaten Bekasi dan Kota Makassar.

Mobil Pribadi Paling Diminati

Kemenhub mencatat 51,12 juta orang atau 42,78 persen akan menggunakan mobil pribadi sebagai moda utama liburan. Di bawahnya menyusul sepeda motor, bus, mobil sewa, travel, moda udara, dan kereta api.

Dominasi moda darat ini diperkirakan menambah beban pada ruas jalan arteri dan jalan tol utama. Potensi kepadatan diperkirakan terjadi di sejumlah titik, seperti Tol Jakarta–Cikampek, Jakarta–Bogor–Ciawi, Semarang–Solo, dan Cikampek–Palimanan.

Puncak Arus Mudik dan Balik

Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025 dengan 17,18 juta pergerakan. Sementara puncak arus balik diperkirakan jatuh pada Jumat, 2 Januari 2026 dengan 20,81 juta perjalanan.

“Tanggal puncak ini menjadi dasar pengaturan operasional terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan,” ujar Dudy.

Kemenhub memastikan koordinasi lintas sektor akan diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas serta memastikan kelancaran perjalanan masyarakat sepanjang libur akhir tahun. (selsy).