BANYUWANGI – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polhukam) memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program relawan United States Peace Corps (USPC) dengan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) keamanan di Banyuwangi, Senin (1/12/2025). Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh relawan bekerja dalam kondisi aman dan mengikuti ketentuan yang berlaku.

Kepala Bidang Kerja Sama Bilateral Kawasan Eropa Kemenko Polhukam, Kolonel Chk Bambang Sugiarto, memimpin langsung pelaksanaan monev di SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi dan SMK PGRI Pesanggaran, dua sekolah yang menjadi lokasi penugasan relawan.

Bambang menegaskan bahwa meskipun program USPC memberi manfaat besar bagi dunia pendidikan, aspek keamanan relawan menjadi perhatian utama pemerintah.“Program USPC memberikan manfaat bagi pendidikan, namun para relawan harus merasa aman selama bertugas di Indonesia. Karena itu, monev keamanan menjadi langkah penting,” ujarnya.

Sejak 2019, monev keamanan terhadap relawan Peace Corps dilakukan secara rutin sebagai bagian dari pengawasan kerja sama bilateral Indonesia–Amerika Serikat.Di berbagai sekolah yang menjadi lokasi penempatan, relawan berperan sebagai co-teacher, mendukung peningkatan kemampuan Bahasa Inggris, hingga menghidupkan kegiatan literasi.

Bambang mengatakan keberhasilan program USPC tidak hanya bergantung pada relawan, tetapi juga dukungan banyak pihak.“Kami berharap program ini semakin mempererat hubungan saling pengertian antara Indonesia dan AS. Keberhasilan program juga ditopang working group, pemerintah daerah, pihak sekolah, serta orang tua asuh yang mendampingi relawan,” ujarnya.

Program USPC berada di bawah kerja sama people-to-people contact—salah satu pilar penting diplomasi kedua negara—dengan fokus pada penguatan pendidikan, khususnya kompetensi Bahasa Inggris di tingkat sekolah vokasi dan komunitas lokal.