Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman tetap melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Pemerintah Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta pada Selasa (2/11), saat wilayah Sumatra Barat masih dikepung banjir dan longsor. Para anggota yang berasal dari Komisi I dan IV diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Agung Armawanta, bersama jajaran Pemkab Sleman.
Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu membahas sejumlah isu, seperti persoalan pendidikan, pendataan penerima bantuan sosial, pengangkatan PPPK, hingga mitigasi bencana. Agenda ini tetap berjalan meski di waktu yang sama beberapa daerah di Sumatra Barat, termasuk Padang Pariaman, sedang berada dalam masa tanggap darurat banjir.
Ketua Komisi IV DPRD Padang Pariaman, TK Afredison, menjelaskan bahwa pengajuan kunjungan tersebut telah dilakukan jauh hari, sekitar satu bulan sebelumnya. Ia menyebut sebagian anggota komisi sengaja tidak ikut rombongan karena harus tetap berada di daerah untuk membantu penanganan bencana. Menurutnya, membatalkan kunjungan yang sudah dijadwalkan melalui Bamus juga dianggap tidak mudah.
Afredison menegaskan bahwa pihak legislatif tidak lepas tangan terhadap situasi banjir di Padang Pariaman. Ia menyebut beberapa kecamatan mengalami dampak cukup parah, namun seluruh unsur pemerintah, termasuk pusat dan daerah, telah turun ke lapangan. Penanganan pascabanjir seperti distribusi obat-obatan, logistik, hingga antisipasi penyakit disebut berjalan sebagaimana mestinya.
Sementara itu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Sleman, Rohmiyanto, menjelaskan bahwa surat permohonan kunjungan dari kedua komisi diajukan pada waktu berbeda. Komisi I mengirimkan permohonan resmi pada 18 November 2025, sedangkan Komisi IV pada 28 November 2025 dan diterima tiga hari setelahnya.
Kunjungan tersebut menuai sorotan karena dilakukan di tengah musibah yang menimpa daerah asal para anggota dewan. Namun rombongan tetap datang dengan alasan agenda telah terjadwal dan sebagian anggota telah ditugaskan tetap berada di Padang Pariaman untuk fokus pada penanganan bencana. (putri).
















