Media Kampung – 19 Maret 2026 | Aldi Taher menyatakan rasa terima kasih atas tingginya permintaan burger Cempaka Putih yang kini menjadi fenomena media sosial.
Produk tersebut dilaporkan mampu menghabiskan hingga 600 porsi per hari sejak peluncuran awal bulan ini.
Penjualan yang melaju cepat memaksa timnya menyiapkan antrean panjang di gerai utama di Jakarta Selatan.
“Kami tidak menyangka respons sebesar ini, tapi senang melihat pelanggan antusias,” ujar Aldi dalam sebuah wawancara singkat.
Burger Cempaka Putih menggunakan daging sapi pilihan, roti berwarna putih, dan saus khas yang diracik secara rahasia.
Kombinasi rasa gurih, manis, dan sedikit pedas menjadi faktor utama yang menarik selera konsumen muda.
Media sosial memperlihatkan ribuan postingan yang menampilkan foto burger beserta komentar pujian.
Beberapa influencer kuliner melaporkan penjualan mereka naik 30 persen setelah mencicipi produk tersebut.
Aldi menegaskan bahwa tim produksi kini beroperasi 24 jam untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.
“Kami menambah shift kerja dan memperbanyak bahan baku, agar tidak ada pelanggan yang kecewa,” tambahnya.
Antrean yang muncul di beberapa lokasi bahkan memicu diskusi tentang keamanan protokol kesehatan.
Pihak manajemen memastikan semua gerai tetap mematuhi standar kebersihan dan jarak aman.
Analisis pasar menunjukkan tren makanan cepat saji dengan konsep unik dapat meningkatkan volume penjualan secara signifikan.
Burger Cempaka Putih mencerminkan strategi branding yang menekankan keunikan visual dan rasa.
Keberhasilan produk ini juga menguatkan posisi Aldi Taher sebagai pengusaha muda yang inovatif di industri kuliner.
Penjualan harian mencapai angka 600 porsi, setara dengan lebih dari 18.000 porsi dalam sebulan.
Angka tersebut menandai pertumbuhan penjualan sebesar 250 persen dibandingkan periode pra-peluncuran.
Peningkatan tersebut mendorong investor lokal menaruh minat pada ekspansi jaringan gerai di kota lain.
Rencana pembukaan cabang baru di Bandung dan Surabaya telah dimasukkan dalam agenda strategis perusahaan.
Sementara itu, konsumen yang mengantre melaporkan pengalaman positif meski harus menunggu lama.
“Rasanya memang sepadan dengan waktu tunggu, jadi saya tidak mengeluh,” kata seorang pelanggan setia.
Penjualan online juga mencatat lonjakan, dengan platform pengantaran makanan mencatat peningkatan order hingga 45 persen.
Aldi menambahkan bahwa layanan pengiriman kini dioptimalkan dengan menambah armada kurir khusus.
Keberhasilan burger ini menjadi contoh bagaimana media viral dapat mempercepat pertumbuhan bisnis kuliner.
Pakar industri menilai bahwa konsistensi rasa dan kualitas layanan menjadi kunci utama mempertahankan momentum.
“Jika tidak dijaga, hype bisa memudar cepat,” ujar seorang analis pasar makanan.
Aldi berkomitmen untuk terus berinovasi, termasuk merencanakan varian rasa baru dalam beberapa bulan ke depan.
Penutup: Aldi Taher mengucapkan terima kasih kepada semua pelanggan dan berjanji menjaga standar kualitas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan