Media Kampung – 12 Maret 2026 | Aldi Taher, mantan suami Dewi Perssik, kembali menjadi sorotan publik dengan meluncurkan usaha kuliner barunya, Aldis Burger. Mengandalkan strategi pemasaran yang tidak konvensional, sang selebriti menciptakan sebuah lagu promosi yang menyebut nama-nama artis ternama, menimbulkan gelombang reaksi beragam di kalangan netizen, media, hingga para pelaku industri kuliner.
Konsep Burger dan Lagu Promosi
Aldis Burger mengusung konsep burger klasik dengan sentuhan lokal: roti yang lembut, daging yang “juicy” serta varian rasa yang dipadukan dengan gaya santai. Untuk memperkenalkan produk, Aldi Taher merilis sebuah jingle berjudul “Aldis Burger Song” melalui akun Instagram @alditaher.official. Liriknya menonjolkan keunggulan menu sekaligus menyelipkan nama-nama selebritas seperti Mahalini, Rizky Febian, dan grup musik Juicy Luicy, contoh: “Rotinya lembut, dagingnya juicy, Aldis Burger Cempaka Putih”.
Viral di TikTok, Reels, dan Threads
Dalam hitungan hari, lagu tersebut menjadi tren di TikTok dan Instagram Reels. Pengguna memanfaatkan beat sederhana untuk membuat konten humor, meme, bahkan video promosi makanan. Fenomena ini menunjukkan betapa cepatnya konten kreatif yang ringan dapat menyebar di era digital. Selain itu, Aldi Taher juga memanfaatkan platform Threads untuk menyebarkan postingan massal yang memuat lirik lengkap serta ajakan “Ayo makan Aldis Burger”.
Reaksi Artis dan Kontroversi Pencantuman Nama
Penggunaan nama artis tanpa izin memicu protes. Mahalini, yang namanya disebut dalam lirik, menanggapi lewat Instagram Story sahabatnya, Ranggaz Laksmana, dengan komentar singkat “Stop capek wkwkwk”. Meski nada komentar terkesan santai, pernyataan tersebut menandakan keberatan atas pencantuman tanpa persetujuan. Selain Mahalini, Rizky Febian dan band Juicy Luicy juga muncul dalam diskusi daring, meski tidak memberikan pernyataan resmi.
Dampak Penjualan dan Respons Konsumen
Strategi pemasaran yang provokatif ternyata membuahkan hasil. Aldis Burger melaporkan lonjakan pesanan yang signifikan, bahkan sampai harus menutup toko lebih awal pada hari-hari tertentu karena kehabisan stok. Food vlogger lokal pun berbondongโborong mengunjungi gerai, menambah eksposur melalui video review di YouTube dan TikTok. Keberhasilan penjualan ini menegaskan kekuatan kolaborasi antara selebritas dan pemasaran digital dalam meningkatkan brand awareness.
Rencana Ekspansi
Tak hanya fokus pada pasar domestik, Aldi Taher mengumumkan rencana pembukaan cabang baru di Sturgeon Bay, Amerika Serikat, sebagaimana dilaporkan oleh MSN. Langkah tersebut menandakan ambisi internasional, meski detail operasional masih dalam tahap perencanaan.
Secara keseluruhan, Aldis Burger menjadi contoh kasus pemasaran konten yang memadukan musik, humor, dan kontroversi untuk menciptakan buzz. Meski menu yang ditawarkan sederhana, strategi kreatif Aldi Taher berhasil mengubahnya menjadi fenomena budaya pop yang menarik perhatian luas, sekaligus menimbulkan perdebatan tentang etika penggunaan nama publik dalam iklan.







Tinggalkan Balasan