PT Richeese Kuliner Indonesia meluncurkan menu baru bertajuk Richeese GPT sebagai alternatif ayam goreng dengan cita rasa yang lebih ramah di saluran pencernaan. Produk ini diperkenalkan sebagai inovasi terbaru dari jaringan restoran cepat saji Richeese Factory pada Selasa (17/02/2026).
Corporate Communication Richeese Kuliner Indonesia, Chandrataruna, menjelaskan bahwa menu tersebut memadukan saus keju khas Richeese Factory dengan tren rasa garlic parmesan yang tengah digemari. Ia menyebut, penggunaan nama GPT merupakan reinterpretasi dari tren digital, yang dalam konteks ini merupakan singkatan dari Garlic Parmesan Temptation, bukan istilah teknologi.
Menurutnya, kehadiran menu ini menjadi jawaban bagi pelanggan setia yang menginginkan variasi rasa di luar sensasi pedas yang selama ini identik dengan brand tersebut. Perusahaan juga ingin membangun kedekatan emosional dengan konsumen dengan menghadirkan pilihan menu yang lebih beragam.
Secara komposisi, Richeese GPT tetap menggunakan ayam goreng krispi berbumbu sebagai bahan dasar. Perbedaannya terletak pada balutan keju parmesan dengan aroma bawang putih, menggantikan saus pedas yang biasanya menjadi ciri khas. Menu ini tersedia dalam pembelian satuan maupun paket combo yang dilengkapi nasi atau kentang goreng serta minuman susu stroberi. Pelanggan juga tetap mendapatkan saus keju sebagai pelengkap.
Di sisi lain, pemilihan menu berbuka puasa juga perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan. Mengonsumsi makanan pedas saat perut kosong setelah seharian berpuasa berisiko menimbulkan gangguan pencernaan. Kandungan capsaicin pada makanan pedas dapat memicu iritasi lambung, yang berujung pada rasa mulas, kembung, hingga nyeri perut.
Bagi individu dengan gangguan asam lambung seperti GERD, konsumsi makanan pedas saat berbuka dapat memperparah gejala refluks. Kondisi lambung yang kosong membuat tubuh lebih sensitif terhadap rangsangan tersebut.
Selain itu, makanan pedas juga berpotensi mengganggu kualitas tidur. Capsaicin dapat meningkatkan suhu tubuh dan merangsang produksi keringat, sehingga waktu istirahat setelah berbuka menjadi kurang optimal.
Karena itu, para ahli menyarankan agar berbuka puasa diawali dengan makanan ringan dan mudah dicerna, seperti kurma dan air putih. Asupan bergizi seimbang yang mengandung protein dan serat juga dianjurkan untuk membantu pemulihan energi setelah seharian berpuasa.
Kehadiran menu alternatif seperti Richeese GPT dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin menikmati ayam goreng dengan sensasi berbeda tanpa dominasi rasa pedas. Namun, menjaga pola makan yang bijak tetap menjadi kunci agar momen berbuka puasa berlangsung nyaman dan sehat.









Tinggalkan Balasan