Media Kampung – 17 Maret 2026 | Seorang pria berusia 25 tahun asal Kediri dilaporkan melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi pada Senin (16/3) di jalan persawahan Desa Cengkok, Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Insiden tersebut terekam video dan kemudian menyebar di media sosial, memicu respons cepat dari warga setempat.

Kejadian di Desa Cengkok

Pada pukul sekitar 11.45 WIB, korban—seorang mahasiswi yang sedang dalam perjalanan menuju kampus menggunakan sepeda motor Honda BeAT—melewati jalur persawahan. Pelaku, yang mengendarai motor Yamaha Vixion berplat nomor AG 3706 CX, berusaha mendahului korban dari sisi kanan. Tanpa peringatan, pelaku menurunkan motor dan melakukan tindakan yang diidentifikasi sebagai begal payudara.

Korban langsung menjerit meminta bantuan. Suara teriakan tersebut terdengar oleh beberapa warga yang berada di sekitar lokasi, termasuk seorang pedagang di depan minimarket Desa Cengkok.

Tindakan Warga dan Penangkapan

Setelah mendengar teriakan, warga segera melaporkan kejadian ke Polsek Ngronggot. Sementara itu, pelaku mencoba melarikan diri dengan menggeber motor secepat mungkin. Namun, saat mencapai depan minimarket, rantai penggerak motor putus, menyebabkan motor berhenti secara tiba-tiba.

Melihat kesempatan, beberapa warga berlari menghampiri pelaku, menahan dan mengamankan dia hingga petugas kepolisian tiba. Penangkapan berlangsung tanpa kekerasan tambahan, menunjukkan peran aktif masyarakat dalam menegakkan keamanan lokal.

Identitas Pelaku dan Korban

Polisi telah mengamankan barang bukti berupa rekaman video, serta motor yang digunakan pelaku. Seluruh data akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Tanggapan Kepolisian

Polres Nganjuk menegaskan bahwa kasus ini akan diproses secara tuntas. Selain menuntut pelaku, pihak kepolisian berjanji memberikan perlindungan maksimal kepada korban, termasuk layanan pendampingan psikologis dan keamanan tambahan.

Fajar Kurniadi menambahkan, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan warga di daerah pedesaan serta pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan aparat penegak hukum. “Kami menghargai aksi cepat warga yang berhasil mengamankan pelaku. Selanjutnya, kami akan mengusut semua aspek kasus ini agar pelaku dapat diproses sesuai undang‑undang,” tuturnya.

Kasus ini juga menyoroti masalah keamanan jalan raya di daerah pedesaan, khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua yang sering menjadi sasaran. Pihak kepolisian berencana meningkatkan patroli di wilayah rawan serta melakukan sosialisasi tentang langkah‑langkah pencegahan bagi masyarakat.

Dengan dukungan warga dan penegakan hukum yang tegas, diharapkan kasus serupa dapat diminimalisir dan rasa aman kembali terjaga di Nganjuk serta sekitarnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.