Banyuwangi – Suasana duka masih terasa pekat di rumah Yoseph Bahtiar Irawan, warga Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Beberapa hari setelah peristiwa pengeroyokan yang merenggut nyawanya, keluarga korban belum sepenuhnya pulih dari trauma.

Yoseph, yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga, meninggal dunia secara tragis setelah dikeroyok belasan anak punk di Jalan Raya Banyuwangi–Situbondo pada Rabu malam (4/2/2026). Kepergiannya bukan hanya meninggalkan kehilangan ekonomi, tetapi juga luka batin yang mendalam bagi orang-orang terdekatnya.

Adik korban, Trias Oktania, mengungkapkan bahwa keluarganya masih diliputi rasa takut. Bahkan, sekadar melihat anak punk di jalan membuat mereka teringat kembali pada peristiwa malam itu.

“Kami masih trauma. Kalau bisa, anak-anak punk itu jangan ada lagi di Banyuwangi,” ujarnya lirih saat ditemui di rumah duka, Kamis (6/2/2026).

Menurut penuturan keluarga, sebelum kejadian tragis itu, sekelompok anak punk sempat berkumpul di sebuah rumah makan di sekitar lokasi. Keberadaan mereka yang cukup ramai membuat pengelola restoran meminta petugas keamanan untuk menghalau mereka pergi.

Setelah meninggalkan lokasi tersebut, sebagian anak punk terlihat berkumpul di pinggir jalan, sementara tiga orang di antaranya berjalan mengamen dari rumah ke rumah warga yang berada di sepanjang jalur utama.

Tiga anak punk itulah yang kemudian mendatangi rumah korban. Awalnya mereka mengamen di rumah tetangga, lalu berpindah ke rumah Yoseph. Dari situ, terjadi cekcok yang belum diketahui pasti pemicunya.

“Mereka lari ke arah selatan, lalu kakak saya mengejar. Tidak ada yang tahu kenapa sampai terjadi seperti itu,” tutur Oktania.

Kejar-kejaran tersebut berujung petaka. Sekitar seratus meter dari rumah korban, tiga anak punk itu ternyata telah bergabung dengan rekan-rekannya. Di pinggir jalan itulah Yoseph dianiaya secara brutal.

Beberapa warga yang datang mendekat sempat melihat para pelaku melarikan diri. Bahkan, ada saksi yang menyebut para anak punk tersebut pergi menumpang truk yang melintas, sambil mengejek ke arah korban yang sudah tergeletak tak berdaya.

Istri korban yang menyusul ke lokasi mendapati Yoseph dalam kondisi kritis. Warga segera membawa korban ke rumah sakit. Namun, luka parah di bagian kepala membuat kondisinya terus memburuk.

“Sekitar satu jam setelah dibawa ke rumah sakit, kakak saya meninggal,” ujar Oktania dengan suara bergetar.

Pihak kepolisian telah mengamankan dan memeriksa 15 anak punk terkait peristiwa tersebut. Dari hasil pemeriksaan, tidak semuanya terlibat langsung dalam pengeroyokan. Hingga kini, dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian.

Keluarga korban berharap para pelaku dapat ditangkap seluruhnya dan mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka.

mediakampung.com akan terus mengikuti perkembangan proses hukum kasus ini.