Media Kampung – 17 Maret 2026 | Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengumumkan penempatan sepuluh pos pelayanan kesehatan (poskes) di titik-titik strategis sepanjang rute mudik Lebaran 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan para pemudik mendapatkan layanan medis cepat dan gratis jika mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan.

Rincian Penempatan Pos Kesehatan

Sepuluh poskes akan beroperasi 24 jam penuh mulai dari 10 Maret hingga 30 April 2026. Lokasinya mencakup terminal utama Banyuwangi, beberapa rest area di Jalan Probolinggo‑banyuwangi, alun‑alun kota, serta stasiun kereta api. Setiap pos dilengkapi dengan ruang pemeriksaan, tempat istirahat, serta persediaan obat‑obatan dasar seperti parasetamol, anti‑mual, dan peralatan pengukur tekanan darah.

Sumber Daya Manusia dan Fasilitas

Untuk menjalankan layanan tersebut, Pemkab Banyuwangi menugaskan 420 tenaga medis, termasuk 120 dokter, 250 perawat, 30 bidan, dan 20 tenaga kesehatan tradisional. Seluruh tim bekerja dalam tiga shift agar layanan tetap tersedia sepanjang waktu. Selain itu, masing‑masing pos disertai satu mobil ambulans yang siap mengevakuasi pasien ke rumah sakit rujukan terdekat, seperti RSUD Banyuwangi dan RSUD Ketapang.

“Kami ingin memastikan tidak ada pemudik yang harus menunggu lama untuk mendapatkan pertolongan pertama,” kata Dr. Iwan Suryadi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, dalam konferensi pers pada 8 Maret 2026. “Dengan penempatan pos di lokasi yang mudah diakses, diharapkan beban layanan di rumah sakit tidak meningkat secara signifikan selama masa mudik.”

Bandingkan dengan Upaya di Daerah Lain

Penambahan pos kesehatan di Banyuwangi sejalan dengan upaya serupa yang dilakukan oleh provinsi dan kabupaten lain di Jawa Timur dan Jawa Barat. Misalnya, Dinas Kesehatan Jawa Barat menyiapkan 282 poskes di 27 kabupaten/kota, sementara Kabupaten Ciamis menempatkan lima pos kesehatan gratis di jalur mudik. Di Bali, PMI Tabanan mengoperasikan tiga pos layanan kesehatan dengan sistem mobiling. Skala penempatan di Banyuwangi lebih kecil dibanding Jawa Barat, namun proporsional dengan volume pemudik yang diperkirakan mencapai 120.000 orang.

Pelayanan Gratis dan Edukasi Kesehatan

Setiap pos menyediakan layanan pemeriksaan dasar secara gratis, termasuk pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, serta pemberian obat ringan untuk sakit kepala atau diare. Selain itu, petugas kesehatan memberikan edukasi singkat tentang pentingnya hidrasi, istirahat yang cukup, dan protokol kesehatan pasca‑vaksinasi Covid‑19.

“Kami juga menyiapkan materi edukasi yang mudah dipahami, agar pemudik dapat menjaga kebugaran selama perjalanan panjang,” tambah Dr. Iwan.

Dengan persiapan ini, diharapkan arus mudik di Banyuwangi berjalan lebih aman dan tertib, serta mengurangi potensi kejadian medis darurat yang dapat memperlambat arus transportasi.

Pengawasan dan koordinasi antar‑instansi, termasuk kepolisian, Dinas Perhubungan, dan PMI, terus dipertahankan selama periode mudik. Semua pihak siap memberikan respons cepat jika terjadi situasi darurat di lapangan.

Secara keseluruhan, penempatan sepuluh pos kesehatan ini mencerminkan komitmen Pemerintah kabupaten banyuwangi dalam melindungi kesehatan masyarakat, khususnya saat masa mudik Lebaran yang biasanya menimbulkan tekanan tambahan pada layanan kesehatan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.