Media Kampung – 12 Maret 2026 | Hari Glaukoma Sedunia diperingati setiap 12 Maret, menandai pentingnya kesadaran akan salah satu penyebab kebutaan permanen paling berbahaya. Glaukoma, yang sering disebut “pencuri penglihatan”, berkembang perlahan tanpa gejala jelas pada tahap awal, sehingga banyak penderita baru menyadari adanya kerusakan ketika penglihatan sudah signifikan.
Bagaimana Glaukoma Terbentuk?
Penyakit ini terjadi akibat kerusakan saraf optik, biasanya dipicu oleh peningkatan tekanan intraokular (tekanan dalam bola mata). Tekanan yang terus naik menekan serabut saraf yang mengirimkan sinyal visual ke otak, menyebabkan sel‑sel saraf mati secara progresif.
Sejarah dan Perayaan Hari Glaukoma Sedunia
Hari Glaukoma Sedunia pertama kali diperingati pada tahun 2008 oleh World Glaucoma Association (WGA) bersama World Glaucoma Patient Association (WGPA). Sejak 2010, peringatan ini meluas menjadi World Glaucoma Week, melibatkan rumah sakit, lembaga kesehatan, dan komunitas untuk mengadakan edukasi, pemeriksaan mata gratis, serta kampanye media sosial.
Kelompok Risiko Utama
Walaupun siapa saja dapat terkena glaukoma, ada beberapa kelompok yang berisiko lebih tinggi:
- Usia di atas 40 tahun, khususnya orang dewasa senior.
- Keluarga dengan riwayat glaukoma.
- Penderita diabetes, tekanan darah tinggi, atau miopia tinggi.
- Orang Afrika atau keturunan Afrika yang memiliki predisposisi genetik.
Gejala yang Sering Tidak Terlihat
Pada tahap awal, glaukoma hampir tidak menimbulkan gejala. Beberapa tanda yang muncul pada tahap lanjut meliputi:
- Penglihatan perifer yang menipis (tunnel vision).
- Sakit kepala atau nyeri mata berulang.
- Mata merah atau sensasi terbakar.
Karena gejala biasanya muncul ketika kerusakan sudah signifikan, deteksi dini melalui pemeriksaan rutin menjadi kunci utama pencegahan kebutaan.
Pemeriksaan dan Deteksi Dini
Pemeriksaan mata lengkap meliputi:
- Tonometri: mengukur tekanan intraokular.
- Perimetrik visual: mengevaluasi bidang penglihatan.
- Papilledema: inspeksi saraf optik dengan oftalmoskop.
Dokter mata dapat menggunakan teknologi seperti OCT (Optical Coherence Tomography) untuk menilai ketebalan lapisan saraf retina secara detail.
Langkah Pencegahan dan Pengelolaan
Berikut langkah yang dapat diambil untuk menurunkan risiko glaukoma atau memperlambat perkembangannya:
- Rutin melakukan pemeriksaan mata setidaknya satu kali setiap tahun, terutama bagi usia di atas 40 tahun.
- Jaga tekanan darah dan kadar gula darah dalam batas normal melalui pola hidup sehat.
- Hindari konsumsi kafein berlebihan dan merokok, keduanya dapat meningkatkan tekanan intraokular.
- Jika telah terdiagnosa, patuhi regimen pengobatan yang meliputi tetes mata atau prosedur laser sesuai anjuran dokter.
Pemeriksaan mata gratis yang sering diselenggarakan pada peringatan Hari Glaukoma Sedunia dapat menjadi kesempatan emas untuk mengetahui kondisi mata Anda tanpa biaya.
Dengan meningkatnya kesadaran publik dan dukungan dari organisasi kesehatan global, harapan untuk menurunkan angka kebutaan akibat glaukoma semakin besar. Masyarakat diimbau untuk tidak menunggu gejala muncul, melainkan melakukan pemeriksaan rutin sebagai investasi kesehatan penglihatan jangka panjang.


Tinggalkan Balasan