Kepergian penyanyi dan penulis lagu Vidi Aldiano meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang. Selain dikenal lewat karya musiknya, Vidi juga diingat sebagai pribadi yang hangat, mudah bergaul, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap orang-orang di sekitarnya.
Sikapnya yang selalu membawa energi positif dalam pertemanan bahkan membuatnya kerap dijuluki sebagai “duta persahabatan”. Dari sosok tersebut, muncul pertanyaan tentang bagaimana pola asuh dapat membentuk anak menjadi pribadi yang hangat, empatik, dan disukai banyak orang.
Psikolog klinis anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, menjelaskan bahwa karakter hangat tidak terbentuk secara instan. Sifat tersebut biasanya berkembang dari lingkungan yang memberikan rasa aman secara emosional sejak masa kanak-kanak.
Menurutnya, anak yang merasa diterima, dihargai, dan dicintai tanpa syarat cenderung lebih mudah mengembangkan empati terhadap orang lain. Lingkungan keluarga yang responsif terhadap emosi anak menjadi dasar penting dalam pembentukan karakter tersebut.
Ia menjelaskan bahwa anak yang terbiasa diperlakukan dengan empati akan belajar meniru sikap yang sama kepada orang lain. Oleh karena itu, orang tua perlu meluangkan waktu untuk mendengarkan serta memahami apa yang dirasakan anak dalam berbagai situasi.
Salah satu konsep yang penting dalam perkembangan emosional anak adalah apa yang disebut sebagai “tangki kasih sayang”. Tangki ini, menurut Vera, perlu terus diisi melalui perhatian yang konsisten, waktu berkualitas bersama keluarga, sentuhan yang hangat, serta kata-kata yang menunjukkan penerimaan.
Ketika kebutuhan emosional tersebut terpenuhi, anak akan merasa aman secara psikologis. Kondisi ini akan mendorong tumbuhnya rasa percaya diri, cara pandang positif terhadap orang lain, serta kemampuan menunjukkan empati dan kepedulian dalam kehidupan sosial.
Vera juga menekankan bahwa keluarga harmonis memang sangat membantu proses pembentukan karakter anak, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan. Banyak anak yang berkembang menjadi pribadi hangat karena mendapat pengaruh dari figur signifikan lain di sekitarnya.
Figur tersebut bisa berupa guru, kerabat, atau orang dewasa lain yang memberikan dukungan dan perhatian secara konsisten. Kehadiran sosok yang peduli dan mampu menciptakan rasa aman dinilai dapat menjadi fondasi kuat bagi perkembangan empati, kehangatan, serta kepedulian anak terhadap orang lain.









Tinggalkan Balasan