Jakarta – Beda sakit perut pencernaan dan ISK penting dikenali sejak awal karena nyeri di area perut tidak selalu berkaitan dengan gangguan lambung atau usus. Dalam sejumlah kasus, keluhan tersebut justru dapat menjadi tanda infeksi saluran kemih (ISK).

Spesialis urologi Prof. dr. Harrina Erlianti Rahardjo, SpU(K), PhD menjelaskan bahwa terdapat ciri khas yang membedakan nyeri perut akibat ISK dengan gangguan pada saluran cerna. Menurut dia, sakit perut yang berhubungan dengan ISK umumnya disertai gejala pada sistem kemih.

Ia menerangkan, pasien ISK biasanya mengalami rasa nyeri atau perih saat buang air kecil. Selain itu, warna urine bisa berubah, berbau lebih menyengat, bahkan dalam kondisi tertentu dapat disertai darah. Diagnosis kemudian dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium urine atau urinalisis.

Sebaliknya, sakit perut akibat gangguan pencernaan umumnya dibarengi keluhan pada saluran cerna, seperti diare atau konstipasi yang menyebabkan sulit buang air besar hingga beberapa hari. Gejala tersebut menjadi pembeda utama dengan infeksi saluran kemih.

Dari sisi lokasi nyeri, Harrina menambahkan bahwa ISK, khususnya yang menyerang kandung kemih, biasanya menimbulkan rasa sakit di bagian tengah perut bawah. Jika nyeri lebih dominan di sisi kiri atau kanan, perlu dicurigai adanya penyebab lain, termasuk gangguan pada saluran cerna maupun organ reproduksi seperti indung telur dan rahim yang posisinya berdekatan dengan saluran kemih.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menyepelekan keluhan sakit perut. Pengamatan terhadap lokasi nyeri dan gejala penyerta, terutama keluhan saat buang air kecil, menjadi langkah awal yang penting sebelum menentukan penanganan. Pemeriksaan medis diperlukan agar penyebabnya dapat dipastikan dan terapi yang diberikan tepat sasaran. (balqis)