Perdebatan mengenai hubungan antara GERD dan serangan jantung kembali ramai dibicarakan di tengah masyarakat. Diskusi ini mencuat setelah kabar meninggalnya selebgram Lula Lahfah, yang sebelumnya diketahui sempat mengalami gangguan kesehatan. Kondisi tersebut memicu spekulasi warganet terkait kemungkinan kaitan antara GERD yang pernah diungkap almarhumah dengan henti jantung.
Selebgram berusia 26 tahun itu ditemukan meninggal dunia di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan dalam kondisi kesehatan yang disebut tidak prima. Informasi tersebut kemudian memunculkan beragam asumsi di media sosial. Sebagian warganet meyakini GERD dapat berujung pada serangan jantung, sementara lainnya menilai keduanya merupakan dua penyakit yang berbeda dan tidak saling berkaitan.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr Rizki Adrian Hakim, Sp PD, menegaskan bahwa hingga saat ini dunia medis belum menemukan hubungan sebab-akibat secara langsung antara GERD dan serangan jantung. Ia menjelaskan bahwa kesalahpahaman kerap muncul karena adanya kemiripan gejala di antara kedua kondisi tersebut.
Salah satu gejala utama GERD adalah rasa terbakar di dada hingga ke kerongkongan, yang sering kali disalahartikan sebagai nyeri dada akibat gangguan jantung. Di sisi lain, serangan jantung juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di dada, sehingga sulit dibedakan secara kasat mata oleh masyarakat awam.
Menurut dr Rizki, penderita GERD juga bisa mengalami keluhan sesak napas, rasa tertekan di dada, hingga sensasi panas yang menjalar. Gejala-gejala ini kerap membuat pasien mengira sedang mengalami masalah jantung. Sebaliknya, gangguan jantung tertentu dapat menimbulkan nyeri di ulu hati yang sering disalahartikan sebagai keluhan lambung.
Ia menambahkan bahwa memang terdapat sejumlah penelitian yang menunjukkan penderita GERD memiliki risiko lebih tinggi mengalami serangan jantung dibandingkan individu tanpa GERD. Namun, temuan tersebut tidak dapat langsung disimpulkan sebagai hubungan sebab-akibat. Peningkatan risiko tidak selalu berarti satu penyakit menjadi penyebab langsung penyakit lainnya.
Kondisi ini mencerminkan masih minimnya pemahaman masyarakat terkait perbedaan penyakit lambung dan gangguan jantung. Oleh karena itu, dr Rizki mengimbau masyarakat untuk tidak langsung menarik kesimpulan sendiri ketika mengalami nyeri dada, dan segera mencari pertolongan medis agar mendapatkan diagnosis yang tepat.

















Tinggalkan Balasan