Virus Nipah kembali menjadi perhatian serius di kawasan Asia Tenggara menyusul laporan kasus terbaru di India, khususnya di wilayah West Bengal. Penyakit zoonosis yang ditularkan oleh kelelawar buah ini dinilai berbahaya karena hingga kini belum tersedia obat maupun vaksin khusus untuk pengobatannya.

Situasi tersebut mendorong Thailand menetapkan status risiko tinggi terhadap potensi wabah Virus Nipah. Pemerintah setempat bahkan memperketat pengawasan terhadap pelancong dari India dan negara berisiko tinggi dengan menerapkan penyaringan ketat di bandara internasional.

Mengutip laporan Bangkok Post, Virus Nipah dapat menular dari kelelawar ke manusia melalui konsumsi buah segar atau minuman yang terkontaminasi, terutama jus yang dibuat dari kurma segar. Selain itu, virus ini juga dapat menyebar melalui kontak langsung antarmanusia, sehingga meningkatkan risiko penularan di area padat penduduk.

Karena belum adanya pengobatan dan vaksin, langkah pencegahan menjadi cara paling efektif untuk menekan risiko penyebaran virus mematikan ini. Masyarakat, terutama yang tinggal atau bepergian ke wilayah terdampak, perlu meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan perilaku hidup bersih serta aman.

Salah satu langkah penting adalah menggunakan alat pelindung diri saat menangani hewan, terutama hewan yang sakit atau saat proses penyembelihan. Penggunaan masker, sarung tangan, dan pakaian pelindung dapat membantu mencegah penularan virus dari hewan ke manusia.

Selain itu, semua buah yang akan dikonsumsi harus dicuci bersih dengan air mengalir. Mengingat Virus Nipah berasal dari hewan, kebersihan makanan menjadi faktor penting untuk mencegah kontaminasi.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengonsumsi buah yang terlihat rusak atau memiliki bekas gigitan kelelawar. Buah dengan kondisi tersebut sebaiknya langsung dibuang karena berpotensi membawa virus.

Jika berada di wilayah yang terjangkit Virus Nipah, hindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau dicurigai terinfeksi. Penularan antarmanusia dapat terjadi melalui kontak erat, sehingga menjaga jarak dan kebersihan diri sangat dianjurkan.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan secara konsisten, risiko penyebaran Virus Nipah dapat ditekan. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman penyakit menular ini. (balqis)