Banyuwangi – Upaya mempercepat kesembuhan pasien tuberkulosis paru di Banyuwangi mendapat dukungan baru. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini resmi menerima bantuan 60 ribu sachet susu pendamping khusus TB dari Kementerian Kesehatan RI, Rabu (14/1/2026).

Bantuan tersebut menandai Banyuwangi sebagai salah satu daerah pilot project nasional program pendampingan gizi bagi pasien TB yang tengah menjalani pengobatan Obat Anti Tuberkulosis (OAT).

Total bantuan yang diterima dikemas dalam 1.000 dus, dengan masing-masing dus berisi 60 sachet susu formula khusus berbahan dasar susu kambing dan kurma. Susu ini dirancang sebagai pendamping konsumsi OAT selama masa pengobatan.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menjelaskan bahwa program ini bertujuan melihat sejauh mana tambahan asupan gizi mampu mempercepat pemulihan pasien TB paru.

Setiap pasien nantinya akan menerima 60 sachet untuk konsumsi selama satu bulan. Jika hasil uji coba dinilai efektif, tidak menutup kemungkinan jumlah bantuan akan ditambah.

Di sinilah Banyuwangi menjadi etalase nasional—keberhasilan program ini bisa menentukan kebijakan TB di daerah lain.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Banyuwangi, jumlah kasus TB terkonfirmasi mencapai sekitar 3.000 orang. Mayoritas penderita berada pada rentang usia produktif 15–59 tahun, kelompok yang sangat menentukan stabilitas ekonomi keluarga.

Sementara itu, jumlah suspek TB di Banyuwangi tercatat mencapai sekitar 26 ribu orang.

Wilayah dengan temuan kasus terbanyak berada di Kecamatan Banyuwangi Kota sebanyak 291 kasus, disusul Kalipuro dengan 231 kasus, serta Muncar.

Amir menyebutkan, pendistribusian susu ke seluruh puskesmas di Banyuwangi sudah mulai dilakukan. Pembagian kepada pasien akan dilakukan secara serentak, dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Pasien dari kelompok ekonomi menengah ke bawah menjadi prioritas utama penerima bantuan, mengingat faktor gizi sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan TB.

Dengan kombinasi terapi OAT dan dukungan nutrisi, Dinkes Banyuwangi optimistis capaian kesembuhan bisa terus ditingkatkan.

Saat ini, tingkat kesembuhan pasien TB di Banyuwangi berada di angka 88 persen. Melalui program susu pendamping ini, pemerintah daerah menargetkan peningkatan hingga 95 persen.

Capaian tersebut dinilai realistis jika kepatuhan minum obat, dukungan keluarga, dan kecukupan gizi dapat berjalan beriringan.

TB bukan sekadar persoalan medis, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi keluarga dan kualitas hidup masyarakat.