SAMARINDA — Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksin influenza secara rutin sebagai langkah paling efektif dalam mencegah penularan Superflu yang belakangan ramai diperbincangkan.
Dinkes Kaltim menilai imunisasi influenza idealnya dilakukan satu kali setiap tahun untuk menurunkan risiko terpapar virus sekaligus menekan angka kesakitan di masyarakat. Anjuran tersebut disampaikan menyusul adanya kecenderungan peningkatan kasus flu pada periode akhir hingga awal tahun.
Berdasarkan pemantauan Dinkes Kaltim, lonjakan kasus flu umumnya terjadi pada rentang Oktober 2025 hingga Januari 2026. Kondisi tersebut erat kaitannya dengan perubahan cuaca ekstrem atau masa pancaroba yang berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh.
Terkait istilah Superflu yang beredar luas di tengah masyarakat, Dinkes Kaltim menegaskan bahwa sebutan tersebut bukan merupakan istilah medis resmi. Superflu merujuk pada infeksi influenza tipe A, khususnya subtipe H3N2, yang dikenal memiliki gejala lebih berat dan tingkat penularan lebih cepat dibandingkan flu musiman biasa maupun H1N1.
Infeksi virus ini umumnya menimbulkan keluhan seperti demam tinggi, batuk, pilek, nyeri sendi, serta rasa lemas yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Pada kelompok rentan, seperti lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak, infeksi dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius jika tidak ditangani dengan baik.
Dinkes Kaltim juga meluruskan informasi keliru yang beredar di media sosial terkait anggapan bahwa Superflu lebih berbahaya dibandingkan COVID-19. Pemerintah pusat telah menegaskan bahwa virus H3N2 bukan merupakan virus baru dan tidak memiliki tingkat fatalitas setinggi COVID-19, meskipun kewaspadaan tetap diperlukan.
Dalam upaya pencegahan, vaksin influenza dinilai berperan penting untuk mencegah komplikasi kesehatan yang berat, terutama pada masyarakat dengan penyakit penyerta atau komorbid. Layanan vaksin influenza dapat diakses masyarakat melalui berbagai klinik kesehatan maupun Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) dengan biaya yang relatif terjangkau.
Selain vaksinasi, masyarakat juga diimbau untuk konsisten menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Upaya menjaga imunitas tubuh dapat diperkuat dengan konsumsi gizi seimbang serta memastikan waktu istirahat yang cukup agar daya tahan tubuh tetap optimal. (balqis)

















Tinggalkan Balasan