Banyak orang mengira bahwa mabuk perjalanan terjadi karena masalah pada perut, padahal penyebab utamanya justru berasal dari telinga bagian dalam. Di dalam telinga, terdapat organ kecil bernama vestibular system, yang bertugas mendeteksi setiap gerakan tubuh—apakah sedang maju, berbelok, naik-turun, atau bergoyang.

Masalah muncul ketika informasi yang diterima telinga tidak sama dengan informasi yang diterima mata. Misalnya ketika seseorang berada di dalam mobil. Mata melihat kondisi sekitar seperti diam, karena fokus pada interior mobil atau layar ponsel. Namun, telinga bagian dalam merasakan gerakan kendaraan yang melaju dan berbelok.

Otak kemudian menerima dua informasi yang saling bertentangan. Mata “berkata” bahwa tubuh diam, sementara telinga memastikan bahwa tubuh sedang bergerak. Konflik sinyal inilah yang membuat otak kebingungan, hingga memicu reaksi fisik berupa mual, pusing, keringat dingin, hingga muntah. Kondisi ini dinamakan motion sickness atau mabuk perjalanan.

Inilah sebabnya seseorang dapat mabuk perjalanan meski perut sedang baik-baik saja. Gangguan terjadi bukan di sistem pencernaan, melainkan pada pusat koordinasi gerakan dan keseimbangan tubuh.

Beberapa situasi yang paling sering memicu konflik sinyal tersebut antara lain:

membaca atau bermain ponsel di kendaraan,

duduk membelakangi arah laju kendaraan,

perjalanan melalui jalur berkelok atau bergelombang,

kondisi udara pengap atau bau tertentu yang memperburuk mual.

Memahami cara kerja telinga dan otak dalam menjaga keseimbangan dapat membantu seseorang mengenali penyebab mabuk perjalanan dan mencari cara pencegahannya, seperti melihat ke luar jendela, memilih posisi duduk depan, atau beristirahat sejenak di perjalanan. (selsy).