Media Kampung – 31 Maret 2026 | Beberapa negara bagian Australia mengumumkan layanan transportasi umum gratis sebagai respons terhadap lonjakan harga bahan bakar yang dipicu konflik Timur Tengah.
Victoria memulai program gratis selama satu bulan mulai 31 Maret hingga 30 april 2026, mencakup kereta, bus, dan layanan V/Line.
Anggaran negara bagian diperkirakan akan menelan biaya sekitar A$70 juta untuk periode tersebut.
Tasmania memperpanjang kebijakan serupa selama tiga bulan, dari akhir Maret hingga awal Juli, meliputi semua layanan bus dan feri.
Pemerintah Tasmania mencatat peningkatan penggunaan transportasi umum sekitar 20% sejak kebijakan diberlakukan.
Queensland tidak memberikan layanan gratis, namun sejak 2024 menetapkan tarif seragam 50 sen untuk seluruh jaringan Translink.
Kebijakan tarif murah di Queensland telah meningkatkan penggunaan transportasi publik lebih dari 20%.
New South Wales memilih mempertahankan tarif normal karena khawatir akan menimbulkan kerugian jutaan dolar setiap hari.
Di sisi lain, aksi panic buying melanda lebih dari 500 SPBU di Australia, menyebabkan sebagian besar kehabisan stok bahan bakar.
Harga diesel naik 10% dan bensin naik 8% di lima kota terbesar selama seminggu terakhir.
Peter Khoury dari National Roads and Motorists’ Association melaporkan kenaikan harga bensin sekitar 33 sen per liter dalam dua minggu terakhir.
Pemerintah menegaskan stok nasional cukup untuk 39 hari bagi bensin dan sekitar 30 hari bagi diesel serta bahan bakar jet.
Perdana Menteri Anthony Albanese mengumumkan pemotongan pajak bahan bakar sebesar 50% selama tiga bulan, efektif 1 April 2026.
Potongan pajak diperkirakan menurunkan harga bahan bakar sekitar 26,3 sen per liter, menghemat hampir A$19 untuk tangki 65 liter.
Pemerintah juga menangguhkan biaya penggunaan jalan untuk kendaraan berat selama periode yang sama.
Menteri Energi Chris Bowen menegaskan pasokan tetap aman meski terjadi panic buying.
Sementara itu, Indonesia memutuskan tidak memotong pajak BBM, melainkan membatasi pembelian subsidi hingga 50 liter per kendaraan per hari melalui aplikasi MyPertamina.
Koordinator Ekonomi Airlangga Hartarto menyatakan belum ada keputusan tentang pemotongan pajak BBM di Indonesia.
Konflik di Teluk Persia yang dimulai 28 Februari 2026 melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, serta menutup Selat Hormuz.
Penutupan Selat Hormuz mengganggu jalur ekspor minyak utama dunia, memicu kenaikan harga global.
Harga minyak Brent mencapai US$116 per barel pada 31 Maret, menambah tekanan pada pasar energi internasional.
Australia mengimpor sekitar 80% kebutuhan bahan bakar olahan, menjadikannya sangat rentan terhadap fluktuasi harga minyak dunia.
Berbagai langkah pemerintah bertujuan meringankan beban rumah tangga dari kenaikan biaya transportasi.
Ekonom mencatat bahwa transportasi umum gratis dapat mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke opsi publik, mengurangi emisi.
Tarif 50 sen di Queensland dianggap lebih berkelanjutan secara fiskal dibandingkan kebijakan gratis penuh.
New South Wales menolak kebijakan gratis karena memperkirakan kerugian harian yang signifikan.
Pemotongan pajak BBM diharapkan menetralkan sebagian tekanan harga, namun volatilitas pasar tetap menjadi risiko.
Analis memperingatkan bahwa jika konflik berlanjut, pemerintah mungkin perlu menyiapkan subsidi tambahan.
Pihak berwenang terus memantau rantai pasok bahan bakar dan siap menyesuaikan kebijakan bila diperlukan.
Situasi ini memperlihatkan dampak langsung gejolak geopolitik terhadap kebijakan transportasi dan energi domestik.
Langkah gratis transportasi di Victoria dan Tasmania, tarif murah di Queensland, serta pemotongan pajak BBM membentuk respons terkoordinasi terhadap krisis energi saat ini.
Pemerintah mengajak masyarakat memanfaatkan transportasi umum dan menghemat bahan bakar sementara pasar berupaya stabil.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan