Media Kampung – 30 Maret 2026 | Pelabuhan Ust‑Luga di Laut Baltik Rusia mengalami serangan drone yang diluncurkan dari Ukraina pada malam Sabtu (28 Maret 2026). Serangan tersebut menimbulkan kebakaran dan asap tebal yang terlihat jelas pada citra satelit.

Citra satelit yang dipublikasikan menunjukkan asap mengepul dari dermaga setelah sejumlah drone menghantam fasilitas penyimpanan dan terminal minyak. Kebakaran masih dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran pelabuhan.

Gubernur Leningrad Alexander Drozdenko melaporkan bahwa pertahanan udara berhasil menembak jatuh 31 unit drone. Pernyataannya diposting di kanal Telegram resmi pada pagi hari Minggu (29 Maret).

Petugas darurat melaporkan upaya intensif memadamkan api yang menyebar ke area logistik. Mereka mengonfirmasi belum ada korban jiwa di lokasi, namun risiko kontaminasi lingkungan tetap tinggi.

Kegiatan pemuatan minyak di Ust‑Luga dihentikan sejak Rabu (25 Maret) setelah kerusakan signifikan pada fasilitas. Penutupan ini memaksa eksportir mencari alternatif pelabuhan lain di wilayah tersebut.

Sebelum gangguan, Ust‑Luga bersama pelabuhan Primorsk menangani sekitar 1,72 juta barel minyak mentah per hari, setara 45 persen total ekspor laut Rusia. Data Bloomberg mencatat kontribusi kedua pelabuhan sangat vital bagi pendapatan energi negara.

Kerusakan di Primorsk dilaporkan serupa, dengan beberapa titik infrastruktur terkena ledakan drone. Kedua pelabuhan kini berada dalam status penilaian kerusakan oleh otoritas maritim.

Penghentian aliran minyak berpotensi menurunkan penerimaan ekspor yang sedang mendongkrak anggaran Rusia pasca kenaikan harga minyak akibat konflik di Iran. Presiden Vladimir Putin sebelumnya mengandalkan pendapatan energi untuk menutup defisit anggaran yang melebar.

Serangan drone kini menjadi bagian rutin dari konflik yang memasuki tahun kelima, dengan kedua pihak meluncurkan serangan hampir setiap hari. Rusia dan Ukraina juga kadang menggunakan rudal balistik untuk menambah tekanan.

Menurut pejabat militer Ukraina, tujuan utama serangan adalah mengurangi pendapatan Rusia yang digunakan untuk membiayai perang, dengan menargetkan fasilitas minyak, energi, dan industri penting. Upaya ini diharapkan memperlambat kemampuan logistik Moskow.

Sebagai balasan, Rusia menembakkan drone ke wilayah Mykolaiv, Ukraina, pada Sabtu malam, menewaskan delapan orang. Insiden ini menegaskan eskalasi serangan lintas batas yang menambah beban kemanusiaan.

Dengan dua pelabuhan utama terganggu, ekspor minyak Rusia menghadapi tantangan logistik yang signifikan dalam beberapa minggu mendatang. Situasi ini menambah ketidakpastian pasar energi global dan memperpanjang tekanan ekonomi pada kedua negara.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.