Media Kampung – 30 Maret 2026 | Korea Selatan dan Jepang meluncurkan operasi pencarian bersama untuk menemukan awak kapal Indonesia yang dilaporkan hilang di perairan dekat Pulau Dokdo.
Insiden terjadi pada Jumat 27 Maret 2026 sekitar pukul 11.15 waktu setempat, ketika seorang pelaut berusia dua puluhan tahun terjatuh dari kapal penangkap ikan sekitar 194 kilometer timur laut Dokdo.
Penjaga Pantai Laut Timur Korea segera mengirim kapal patroli kelas besar beserta Mugunghwa‑39 serta sebuah helikopter dari unit penerbangan Pohang ke lokasi kejadian.
Pihak Penjaga Pantai Jepang turut serta dengan menurunkan sebuah kapal patroli serta pesawat sayap tetap untuk memperluas area pencarian.
Kim Hwan‑gyeong, kepala Penjaga Pantai Laut Timur, menyatakan semua sumber daya yang tersedia telah dikerahkan dan menegaskan komitmen untuk menyelamatkan setiap nyawa.
Ia menambahkan bahwa kerja sama Korea‑Jepang menjadi faktor kunci dalam menanggapi situasi di perairan yang sensitif tersebut.
Pelaut yang hilang terakhir terlihat setelah terjatuh ke laut dari kapal kecil yang beroperasi di zona perikanan dekat Dokdo.
Kondisi cuaca pada saat itu dilaporkan sedang, dengan keadaan laut tenang hingga sedikit bergelombang, memungkinkan operasi udara dan permukaan berjalan lancar.
Kapal patroli Korea melakukan penyisiran sistematis dalam radius beberapa mil laut dari titik terakhir pelaut terlihat.
Pesawat Jepang melakukan pencarian bergaris grid secara terkoordinasi, mengirimkan posisi real‑time ke pusat komando.
Kerja sama ini sejalan dengan latihan keselamatan maritim bersama yang telah dilakukan kedua negara sejak beberapa tahun terakhir.
Sampai kini belum ada puing atau jasad yang ditemukan, sehingga pencarian akan dilanjutkan hingga matahari terbit atau hingga korban ditemukan.
Pihak berwenang meminta kapal lain di sekitar area untuk melaporkan setiap penampakan dan menghindari zona pencarian demi keselamatan.
Kasus ini menyoroti risiko yang dihadapi awak kapal Indonesia yang bekerja di Laut Timur, wilayah dengan arus kuat dan lalu lintas maritim padat.
Kedutaan Besar Republik Indonesia memantau perkembangan dengan cermat dan menyampaikan terima kasih atas bantuan Korea Selatan serta Jepang.
Upaya bersama ini mencerminkan komitmen regional untuk melindungi pekerja migran di laut dan menegakkan kewajiban kemanusiaan maritim.
Operasi pencarian diperkirakan akan selesai pada akhir pekan ini, tergantung pada kondisi cuaca dan ketersediaan sumber daya.
Sejauh ini, keluarga pelaut yang hilang tetap berharap akan hasil yang positif dari pencarian yang terus berlangsung.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan