Media Kampung – 25 Maret 2026 | Sebuah pesawat Air Canada Express menabrak truk pemadam kebakaran saat proses pendaratan di Bandara LaGuardia, New York, pada malam Minggu, 23 Maret 2026.
Insiden tersebut memaksa penutupan landasan Runway 4 dan menunda semua penerbangan di LaGuardia hingga diperkirakan pukul 14.00 waktu setempat.
Pesawat berbadan turboprop berjenis Bombardier Dash 8, dengan nomor penerbangan AC8646, sedang melakukan pendekatan akhir ketika tabrakan terjadi.
Kedua pilot, kapten dan kopilot, dinyatakan tewas di tempat, sementara lebih dari 40 penumpang dan awak mengalami luka, sebagian di antaranya kritis.
Truk pemadam yang terlibat tidak dilengkapi transponder, sehingga tidak terdeteksi pada sistem radar bandara.
Tim penyelidikan National Transportation Safety Board (NTSB) menemukan gangguan pada komunikasi radio antara menara kontrol dan pesawat pada menit‑menit terakhir.
“Dalam tiga menit terakhir, prosedur standar tampak berjalan normal hingga sinyal radio tumpang tindih,” kata Doug Brazy, penyelidik senior NTSB, dalam konferensi pers.
Ketua NTSB Jennifer Homendy menambahkan bahwa ada kejanggalan dalam pemberian izin lintas kendaraan, yang memicu pertanyaan tentang prosedur darurat.
Rekaman menunjukkan bahwa truk pemadam meminta izin melintasi landasan, dan petugas menara memberi persetujuan sebelum menyadari keberadaan pesawat yang hampir mendarat.
Saat pesawat berada pada kecepatan sekitar 105 mil per jam, peringatan ‘Stop, stop!’ diberikan, namun tidak sempat diterima oleh pengemudi truk.
Benturan mengakibatkan ledakan kecil di bagian depan pesawat, merobek sayap kanan dan menimbulkan kerusakan struktural yang parah.
Otoritas Federal Aviation Administration (FAA) mengumumkan penutupan total landasan dan memerintahkan evakuasi darurat bagi semua penumpang yang selamat.
Petugas bandara mengevakuasi lebih dari 150 penumpang ke area aman, sementara ambulans melayani korban luka di tempat kejadian.
Seorang pramugari, Solange Tremblay, selamat secara hampir ajaib karena kursi lipatnya yang dirancang khusus menahan benturan kuat.
“Kursi itu memiliki rangka empat titik dan dipasang ke dinding kokpit, sehingga mampu menahan gaya tumbukan tinggi,” ujar Jeff Guzzetti, mantan penyelidik kecelakaan federal.
Anak perempuan Tremblay, Sarah Lepine, menyatakan bahwa ibu mereka selamat berkat ‘mukjizat’ dan menganggap kejadian itu sebagai berkat.
Selain pramugari, beberapa penumpang melaporkan cedera ringan hingga patah tulang, namun tidak ada laporan korban jiwa lain selain dua pilot.
Pihak manajemen LaGuardia menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan semua data komunikasi serta video landasan akan dianalisis secara mendalam.
Penutupan landasan mengakibatkan penundaan lebih dari 30 penerbangan komersial dan penerbangan domestik, dengan perkiraan kerugian operasional mencapai jutaan dolar.
Insiden serupa jarang terjadi di bandara amerika serikat; kebanyakan kecelakaan melibatkan kendaraan darat biasanya terjadi di area taxiway, bukan runway utama.
NTSB menjanjikan laporan akhir yang akan mencakup rekomendasi perbaikan prosedur izin lintas, penggunaan transponder pada kendaraan darurat, dan peningkatan protokol komunikasi.
Air Canada mengeluarkan pernyataan belasungkawa atas kematian pilot serta berjanji mendukung penyelidikan dan memberikan bantuan kepada korban.
FAA berencana meninjau kembali kebijakan operasional truk pemadam di bandara internasional untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan.
Sementara itu, tim medis terus memantau kondisi korban luka, dan keluarga pilot telah diberi dukungan konseling oleh pihak maskapai.
Kecelakaan ini menegaskan pentingnya koordinasi yang ketat antara kontrol lalu lintas udara dan layanan darurat, serta mendorong reformasi prosedur keselamatan di bandara besar.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan