Media Kampung – 25 Maret 2026 | Arab Saudi mencatat peningkatan signifikan dalam World Happiness Report 2026, menempati peringkat 22 dari 147 negara dengan skor 6,817.

Lonjakan tersebut menandai peningkatan sepuluh tingkat dibandingkan tahun sebelumnya, ketika negara itu berada di posisi 32 dengan skor 6,6.

Laporan kebahagiaan tahunan dirilis bertepatan dengan Hari Kebahagiaan Internasional pada 20 Maret oleh Wellbeing Research Centre Universitas Oxford bekerja sama dengan Gallup dan UN Sustainable Development Solutions Network.

Indeks mengukur kepuasan hidup berdasarkan PDB per kapita, dukungan sosial, harapan hidup sehat, kebebasan memilih, kedermawanan, dan persepsi korupsi.

Dengan skor tersebut, Arab Saudi melampaui Amerika Serikat (peringkat 23), Kanada (25), dan Inggris (29) dalam hal kebahagiaan rakyat.

Di kawasan Teluk, posisi Saudi berada tepat di bawah Uni Emirat Arab (peringkat 21) dan mengungguli Kuwait yang pada 2025 sempat berada di atasnya.

Peningkatan ini didorong oleh Program Kualitas Hidup yang menjadi salah satu pilar utama Visi Saudi 2030.

Program tersebut menggunakan World Happiness Report sebagai tolok ukur utama untuk menilai keberhasilan kebijakan sosial dan ekonomi.

Investasi non‑pemerintah di sektor tersebut mencapai sekitar USD 5,8 miliar, sementara ekspor non‑migasi naik lebih dari USD 5,6 miliar.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri, memimpin reformasi yang menempatkan kebahagiaan rakyat sebagai tujuan utama.

Dalam rapat kabinet yang dipimpin MBS, para menteri memuji pencapaian 16 Kota Sehat yang diakui WHO serta peningkatan harapan hidup menjadi 79 tahun.

Reformasi sosial meliputi pembukaan sektor hiburan, pelonggaran sistem perwalian perempuan, dan penciptaan lapangan kerja baru melalui diversifikasi ekonomi.

Langkah‑langkah tersebut meningkatkan kebebasan individu dan kualitas hidup, dua faktor utama dalam penilaian kebahagiaan.

Seorang pejabat pemerintah menyatakan, “Kami bangga dengan kemajuan ini dan berkomitmen melanjutkan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”

Lompatan dari peringkat 32 pada 2025 ke peringkat 22 pada 2026 menandakan percepatan implementasi Visi 2030 dalam kurun waktu satu tahun.

Analisis independen mengaitkan peningkatan skor dengan investasi infrastruktur kesehatan, pendidikan, dan ruang publik.

Selain itu, kebijakan pengurangan subsidi energi yang diimbangi dengan peningkatan layanan sosial dianggap berkontribusi pada persepsi positif warga.

Para ahli ekonomi menilai bahwa peningkatan kebahagiaan dapat memperkuat daya tarik investasi asing ke Arab Saudi.

Data World Bank menunjukkan bahwa negara dengan tingkat kebahagiaan tinggi cenderung memiliki produktivitas tenaga kerja yang lebih baik.

Visi 2030 menargetkan diversifikasi ekonomi dari ketergantungan pada minyak menjadi sektor non‑migasi sebesar 50 % pada 2030.

Keberhasilan dalam bidang kualitas hidup menjadi indikator awal bahwa target tersebut dapat tercapai.

Pemerintah juga meluncurkan program pelatihan kejuruan bagi pemuda untuk menyesuaikan keterampilan dengan kebutuhan pasar kerja baru.

Program tersebut telah menyiapkan lebih dari 150.000 tenaga kerja terampil sejak 2022.

Di samping peningkatan skor kebahagiaan, harapan hidup di Arab Saudi naik menjadi 79 tahun, menandakan perbaikan layanan kesehatan.

Peningkatan dukungan sosial tercermin dari pertumbuhan jaringan komunitas dan lembaga sukarela yang didukung pemerintah.

Pengukuran kebebasan memilih, salah satu indikator utama, menunjukkan peningkatan partisipasi warga dalam keputusan publik melalui platform digital.

Perspektif korupsi tetap menjadi tantangan, namun skor persepsi korupsi menunjukkan penurunan kasus yang dilaporkan.

UN Sustainable Development Solutions Network mencatat bahwa Arab Saudi kini berada di jalur yang lebih baik dalam mencapai Sustainable Development Goal 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan.

Para pengamat politik menilai bahwa keberhasilan kebahagiaan ini dapat memperkuat legitimasi kepemimpinan MBS di dalam negeri.

Namun, mereka juga mengingatkan perlunya reformasi lebih lanjut dalam kebebasan pers dan hak asasi manusia.

Secara keseluruhan, pencapaian peringkat 22 menegaskan bahwa kebijakan ekonomi dan sosial yang terintegrasi dapat menghasilkan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Arab Saudi berkomitmen melanjutkan upaya ini dengan target masuk dalam 15 negara terbahagia pada akhir dekade.

Dengan dasar data yang transparan, pemerintah berharap pencapaian ini dapat menjadi contoh bagi negara lain yang tengah mengimplementasikan agenda pembangunan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.