Media Kampung – 20 Maret 2026 | Pemerintah Israel sedang mempertimbangkan persetujuan mobilisasi hingga 450 ribu tentara cadangan untuk mendukung kemungkinan operasi darat di Lebanon, melampaui batas resmi 260 ribu personel yang ditetapkan sejak Januari. Langkah itu diungkapkan oleh penyiar publik Israel KAN dalam laporan yang menekankan kesiapan militer jika konflik dengan Hizbullah berubah menjadi perang terbuka.
Usulan tersebut akan dibahas oleh para menteri serta Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset untuk memperoleh persetujuan final, meskipun identitas sumber informasinya tidak diungkapkan. Jika disetujui, jumlah personel yang dipanggil akan naik hampir 190 ribu, menandakan peningkatan signifikan dibandingkan batas saat ini.
Saat ini, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah melancarkan operasi darat terbatas di Lebanon selatan, menargetkan benteng-benteng Hizbullah serta infrastruktur yang dianggap militan, termasuk penyerangan jembatan di atas Sungai Litani yang diklaim digunakan pejuang kelompok tersebut. Operasi tersebut dijalankan bersamaan dengan koordinasi intensif bersama Amerika Serikat untuk mengamankan zona penyangga di wilayah perbatasan utara.
Seorang juru bicara IDF menyatakan, “Operasi ini merupakan bagian dari upaya membentuk pertahanan ke depan, yang mencakup penghancuran infrastruktur teroris dan penghilangan teroris,” menegaskan tujuan strategis serangan terbatas tersebut. Pernyataan itu menegaskan tujuan strategis serangan terbatas tersebut.
Hizbullah membalas dengan menembaki pos-pos militer Israel, memicu pertukaran tembakan yang memperparah ketegangan di sepanjang perbatasan. Pertempuran paling intens dilaporkan terjadi di sekitar kota Khiam, yang terletak di dataran tinggi beberapa kilometer dari perbatasan dan menawarkan pandangan luas ke wilayah Israel utara serta Lebanon selatan.
Konflik yang berlangsung selama beberapa minggu ini telah menewaskan ratusan warga sipil dan memaksa lebih dari 800 ribu orang mengungsi dari Lebanon selatan hingga ibu kota Beirut. Dampak kemanusiaan yang meluas menambah tekanan internasional untuk menekan kedua belah pihak agar menahan aksi militer lebih lanjut.
Rencana mobilisasi reservis tersebut mencerminkan strategi Israel untuk memperkuat posisi tawar di depan Hizbullah sekaligus menegaskan komitmen keamanan nasional di wilayah perbatasan utara. Penguatan pasukan cadangan dipandang sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi eskalasi lebih luas yang dapat melibatkan aktor regional lainnya.
Meskipun keputusan akhir masih menunggu persetujuan legislatif, indikasi mobilisasi besar-besaran menandai fase baru dalam ketegangan Israel-Lebanon yang terus berkembang. Kondisi di lapangan tetap volatil, dan perkembangan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh keputusan politik serta dinamika pertempuran di wilayah perbatasan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan