Sejumlah media di Inggris melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, berada dalam kondisi koma setelah mengalami luka serius.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Mojtaba mengalami cedera berat hingga kehilangan satu kaki dan menderita luka serius pada bagian perut atau hati.
Media Inggris seperti Daily Mirror dan The Sun mengutip sumber yang mengklaim telah berkomunikasi dengan tim rumah sakit tempat Mojtaba dirawat.
Menurut laporan tersebut, Mojtaba saat ini dirawat di ruang perawatan intensif di Sina University Hospital.
Diklaim Mengalami Luka Serius
Sumber internal yang disebut terkait dengan seorang pembelot Iran yang berbasis di London menyatakan kondisi Mojtaba sangat serius.
Ia dikabarkan berada di bawah perawatan Mohammad Reza Zafargandi, yang juga dikenal sebagai salah satu ahli bedah trauma terkemuka di Iran.
Menurut klaim tersebut, Mojtaba mengalami cedera parah akibat serangan yang terjadi di tengah konflik yang melibatkan Iran.
“Satu atau dua kakinya telah terputus. Hati atau perutnya juga pecah. Ia tampaknya juga dalam keadaan koma,” ujar sumber yang dikutip media Inggris.
Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran terkait kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei.
Terkait Serangan yang Menewaskan Ali Khamenei
Belum diketahui secara pasti apakah luka yang dialami Mojtaba terjadi dalam serangan yang sama yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa selain Ali Khamenei, ibu, istri, serta anak Mojtaba juga dilaporkan tewas dalam konflik yang sedang berlangsung.
Informasi ini masih menjadi spekulasi karena belum ada keterangan resmi dari otoritas Iran.
Pesan Mojtaba Khamenei Muncul di Televisi
Sementara itu, stasiun televisi pemerintah Iran Press TV menyiarkan pesan Mojtaba kepada publik untuk pertama kalinya pada Kamis waktu setempat.
Dalam siaran tersebut Mojtaba tidak tampil secara langsung, namun menyampaikan pesan yang menyerukan persatuan nasional Iran.
Ia juga menegaskan bahwa Iran akan mempertahankan tekanan terhadap musuh-musuhnya, termasuk dengan menutup selat hormuz.
Selain itu, Mojtaba memperingatkan bahwa pangkalan militer United States Armed Forces di kawasan Timur Tengah dapat menjadi target jika tekanan terhadap Iran terus berlanjut.
Ia juga menyebut kelompok bersenjata di kawasan seperti di Yaman dan Irak berpotensi ikut terlibat dalam konflik tersebut.
Apresiasi untuk Militer Iran
Dalam pernyataannya, Mojtaba juga menyampaikan apresiasi kepada militer Iran yang dinilai berhasil mempertahankan negara di tengah tekanan militer dari luar.
“Saya ingin berterima kasih kepada para pejuang pemberani yang melakukan pekerjaan besar saat negara kita berada di bawah tekanan dan diserang,” ujar Mojtaba dalam pesan tersebut.
Hingga saat ini, laporan mengenai kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei masih belum dapat diverifikasi secara independen.


Tinggalkan Balasan