Media Kampung – 11 Maret 2026 | Washington – Pemerintah Amerika Serikat sedang mempertimbangkan langkah strategis untuk melepas minyak dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) demi menahan lonjakan harga energi yang dipicu oleh konflik militer antara Iran dan sekutunya. Menteri Energi AS, Chris Wright, mengonfirmasi dalam sebuah kunjungan ke pabrik gas alam di Colorado bahwa diskusi mengenai pelepasan terkoordinasi SPR sedang berlangsung, dengan harapan dapat menstabilkan pasar global.

Ukuran Cadangan dan Potensi Dampak

SPR, yang tersebar di fasilitas penyimpanan di pesisir Texas dan Louisiana, saat ini menampung sekitar 415 juta barel minyak mentah. Volume tersebut setara dengan lebih dari empat hari konsumsi minyak dunia, menjadikannya sumber daya penting yang dapat dilepaskan secara cepat bila diperlukan. Wright menekankan bahwa pelepasan cadangan tidak akan dilakukan secara unilateral; melainkan melibatkan koordinasi dengan sekutu utama AS di seluruh dunia.

Koordinasi Internasional dan Peran IEA

International Energy Agency (IEA) juga mengusulkan pelepasan cadangan darurat terbesar dalam sejarah untuk menanggapi gejolak pasar akibat ketegangan di Timur Tengah. Kepala IEA, Fatih Birol, menyatakan bahwa anggota Group of Seven (G7) memiliki lebih dari 1,2 miliar barel stok minyak darurat milik pemerintah, selain 600 juta barel cadangan industri yang wajib disimpan. IEA menyerukan langkah bersama untuk menghindari fluktuasi harga yang berlebihan.

Opsi Lain Selain SPR

Selain mempertimbangkan SPR, pemerintah AS membuka opsi lain untuk meningkatkan pasokan global. Wright menyebut adanya kebijakan yang memungkinkan penjualan minyak mentah Rusia yang saat ini terdampar di perairan Asia. Pada akhir pekan lalu, AS mengeluarkan pengecualian 30‑hari yang memperbolehkan India membeli minyak mentah Rusia yang terdampar, sebuah langkah yang diharapkan menambah likuiditas pasar.

Wright menegaskan bahwa saat ini tidak ada rencana pembatasan ekspor energi dari AS. Fokus utama tetap pada penambahan suplai ke pasar internasional, baik melalui pelepasan SPR maupun melalui kebijakan penjualan minyak Rusia.

Reaksi Pasar dan Analisis Ekonomi

Para analis memperkirakan bahwa pelepasan cadangan sebesar 40‑50 juta barel dalam beberapa minggu pertama dapat menurunkan harga minyak mentah dunia sebesar 2‑3 persen. Namun, efektivitas langkah tersebut sangat tergantung pada respons negara‑negara produsen lain serta dinamika konflik di kawasan Teluk Persia.

Secara umum, langkah AS ini mencerminkan upaya proaktif untuk menjaga stabilitas energi global di tengah ketidakpastian geopolitik. Jika koordinasi dengan G7 dan negara‑negara lain berjalan lancar, pasar dapat menghindari spiralisasi harga yang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi di banyak negara, terutama yang sangat tergantung pada impor energi.

Pelepasan SPR juga dapat memberikan sinyal positif kepada pelaku pasar bahwa pemerintah Amerika Serikat siap menggunakan semua instrumen kebijakan yang tersedia untuk menanggulangi krisis energi. Hal ini sekaligus menegaskan peran strategis SPR sebagai “asuransi” ekonomi dunia yang dapat diaktifkan pada saat-saat kritis.

Dengan situasi yang terus berkembang, pemantauan ketat dari IEA, G7, serta otoritas energi nasional menjadi kunci untuk menilai dampak jangka pendek dan menengah dari kebijakan ini. Pemerintah AS menegaskan akan terus berkoordinasi dengan mitra internasional demi menjaga pasokan energi yang cukup dan harga yang terjangkau bagi konsumen global.