Iran mendadak berada dalam situasi sunyi setelah aksi keras pemerintah meredam gelombang protes massal yang pecah sejak akhir Desember 2025. Tekanan ekonomi akibat inflasi tinggi memicu demonstrasi besar, namun tindakan represif aparat membuat negara itu kini berada dalam kondisi lumpuh, dengan mata uang rial terpuruk, akses internet sempat terputus, serta ribuan korban jiwa berjatuhan.
Laporan kelompok hak asasi manusia dan kesaksian warga menunjukkan bahwa aktivitas di sejumlah kota besar nyaris terhenti setelah berhari-hari kekacauan. Media pemerintah Iran melaporkan peningkatan jumlah penangkapan, sementara Amerika Serikat berulang kali menyampaikan peringatan keras agar kekerasan tidak berlanjut.
Ancaman intervensi militer Amerika Serikat disebut mereda setelah Presiden Donald Trump menerima laporan bahwa pembunuhan di Iran mulai menurun. Meski demikian, ketegangan belum sepenuhnya surut karena peningkatan kesiapsiagaan aset militer AS di kawasan masih terus berlangsung.
Sejumlah sekutu Amerika Serikat, termasuk Arab Saudi dan Qatar, dilaporkan melakukan diplomasi intensif dengan Washington sepanjang pekan ini. Upaya tersebut bertujuan mencegah eskalasi militer yang dikhawatirkan berdampak luas terhadap stabilitas Timur Tengah dan berujung pada risiko keamanan global.
Di sisi lain, kepala intelijen Israel, David Barnea, disebut berada di Amerika Serikat pada Jumat (16/1/2026) untuk membahas perkembangan Iran. Seorang pejabat militer Israel menyatakan bahwa pasukan negaranya berada dalam kondisi siaga penuh.
Gedung Putih menegaskan bahwa Washington telah menyampaikan peringatan tegas kepada Teheran mengenai konsekuensi serius jika pertumpahan darah terus berlanjut. Pemerintah AS juga menyatakan tetap mempertimbangkan seluruh opsi yang tersedia.
Seiring meredanya pemadaman internet, laporan mengenai kekerasan mulai muncul ke permukaan. Seorang warga Teheran mengungkapkan bahwa putrinya yang berusia 15 tahun tewas setelah mengikuti demonstrasi di sekitar tempat tinggal mereka. Remaja tersebut dilaporkan ditembak oleh pasukan keamanan saat berusaha kembali ke rumah.
Pemerintah Amerika Serikat disebut tengah mempertimbangkan pengiriman tambahan kemampuan ofensif dan defensif ke kawasan, meski detail mengenai waktu dan bentuk pengerahan pasukan belum dipastikan. Komando Pusat Militer AS memilih tidak memberikan komentar terkait pergerakan armada militernya.
Beberapa warga menyebut ibu kota Teheran kini tampak lebih tenang, meski pengawasan ketat masih berlangsung. Drone dilaporkan tetap berpatroli di udara, sementara tanda-tanda demonstrasi nyaris tidak terlihat.
Kelompok HAM Iran-Kurdi Hengaw menyatakan tidak ada aksi unjuk rasa besar sejak akhir pekan lalu. Namun, kehadiran militer dan aparat keamanan dilaporkan tetap masif, baik di wilayah yang sebelumnya menjadi pusat protes maupun di daerah lain.
Meski kondisi relatif tenang, laporan kerusuhan sporadis masih muncul. Hengaw melaporkan seorang perawat perempuan tewas akibat tembakan aparat dalam protes di Karaj, wilayah barat Teheran. Sementara itu, kantor berita Tasnim melaporkan pembakaran fasilitas pendidikan di Provinsi Isfahan oleh demonstran pada pekan sebelumnya.
Rekaman video yang diverifikasi sebagai berasal dari pusat medis forensik di Teheran memperlihatkan puluhan jenazah tergeletak di lantai dan tandu, sebagian tanpa penutup. Namun, waktu pengambilan video tersebut belum dapat dipastikan.
Televisi pemerintah Iran menyatakan situasi nasional telah kembali terkendali. Meski demikian, data korban menunjukkan angka yang mencengangkan. Kelompok HAM yang berbasis di Amerika Serikat, HRANA, melaporkan jumlah korban tewas mencapai 2.677 orang, sebagian besar merupakan demonstran. Jumlah tersebut jauh melampaui korban pada kerusuhan sebelumnya di Iran.
Otoritas Iran menuding adanya campur tangan asing yang memicu kerusuhan dan mempersenjatai pihak-pihak yang disebut sebagai teroris. Sementara itu, data penangkapan masih simpang siur, dengan laporan HAM menyebut lebih dari 19.000 orang ditahan, sedangkan media pemerintah mengklaim sekitar 3.000 orang. (balqis)

















Tinggalkan Balasan