Gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo mengguncang wilayah pantai utara Jepang pada Senin malam (8/12), memicu peringatan tsunami serta menyebabkan setidaknya 23 orang terluka. Guncangan kuat terjadi sekitar pukul 23.00 waktu setempat di lepas pantai Misawa, Prefektur Aomori.
Laporan dari otoritas setempat menyebut bahwa gempa membuat warga berlarian keluar rumah, sementara ribuan rumah di Aomori mengalami pemadaman listrik. Sejumlah kebakaran juga dilaporkan terjadi di beberapa titik pascaguncangan.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) segera mengeluarkan peringatan tsunami. Satu gelombang tercatat menerjang Pelabuhan Misawa, sementara gelombang lain setinggi hingga 70 sentimeter terukur di pesisir Aomori dan 70 sentimeter lainnya di Pelabuhan Kuji, Prefektur Iwate. Gelombang hingga 50 sentimeter terpantau di wilayah pesisir sekitar.
Pada dini hari Selasa, JMA mencabut peringatan tsunami setelah situasi dinilai mereda, seperti dilaporkan Kyodo News. Namun pemerintah tetap mengingatkan bahwa gempa susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari mendatang.
NHK melaporkan bahwa beberapa korban luka ditemukan di Kota Hachinohe, Aomori. Seorang pemilik toko serba ada, Nobuo Yamada, mengatakan guncangan kali ini merupakan yang terkuat yang pernah ia rasakan, meski listrik di wilayahnya masih berfungsi.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berada pada kedalaman 44 kilometer. Rekaman dari lokasi menunjukkan pecahan kaca berserakan di jalanan, dan warga mengungsi ke balai kota setempat untuk mencari perlindungan.
Kyodo mencatat sekitar 2.700 rumah padam listrik di Prefektur Aomori. Di Hokkaido, guncangan turut terasa kuat. Seorang reporter NHK menggambarkan gempa berlangsung sekitar 30 detik sehingga membuatnya sulit berdiri.
Dampak gempa juga mengganggu layanan transportasi. Kereta cepat Shinkansen dihentikan sementara pada jalur Fukushima–Aomori sebelum operator mengumumkan bahwa sebagian layanan akan kembali beroperasi pada Selasa pagi.
Juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara, meminta masyarakat tetap berada di tempat aman hingga seluruh peringatan resmi dicabut dan kondisi benar-benar stabil. (putri).








