Media Kampung – 28 Maret 2026 | Dinar Candy, penyanyi dan DJ terkenal, mengumumkan pada 28 Januari 2024 bahwa ia akan menghentikan semua penugasan DJ hingga akhir Ramadan. Keputusan itu diungkapkan dalam podcast bersama Denise Chariesta.
Penyanyi itu menyebut Ramadan sebagai momentum spiritual yang memerlukan konsentrasi penuh, sehingga ia menunda kegiatan hiburan yang bersifat komersial. Ia menegaskan tidak ada kontrak yang dibatalkan, hanya penjadwalan yang diundur.
Pengumuman tersebut langsung memicu ribuan komentar di media sosial, sebagian besar mendukung niatnya, sementara sebagian kecil menuntut bantuan pribadi yang dianggap tidak realistis. Dinar menanggapi dengan tegas bahwa permintaan tersebut di luar kapasitasnya.
Di samping keputusan itu, Dinar kembali menjadi sorotan setelah beberapa netizen menuduhnya memaksa anak bungsu Ko Apex memanggilnya “mami”. Tuduhan itu beredar luas sejak akhir tahun lalu.
Dalam penjelasan resmi, Dinar menolak semua tuduhan dan menyatakan bahwa ajakan tersebut berasal dari Ko Apex sendiri selama panggilan video. Ia menambahkan bahwa anak itu sudah terbiasa memanggilnya “mami” sebelum pertemuan tatap muka.
Ko Apex kemudian mengonfirmasi bahwa ia mengajarkan panggilan itu kepada anaknya sebagai bentuk keakraban, bukan paksaan dari Dinar. Ia menambahkan bahwa hubungan mereka semakin dekat setelah perceraian dengan Ayu Soraya.
Ko Apex menuturkan bahwa anak bungsunya berusia lima tahun sangat menyukai Dinar karena sering diberi hadiah mainan dan makanan. Dinar bahkan diundang ke pesta ulang tahun anak tersebut di Bali beberapa bulan lalu.
Dinar mengaku merasakan kegugupan saat pertama kali bertemu langsung dengan anak-anak Ko Apex, mengingat belum pernah berperan sebagai figur ibu sebelumnya. Rasa gugupnya berubah menjadi kelegaan setelah mendapat sambutan hangat.
“Saya sempat deg-degan seperti ingin bertemu gebetan, takut tidak diterima,” kata Dinar dalam percakapan podcast. “Anak yang paling kecil sangat aktif dan bahagia, sementara kakaknya masih agak canggung,” tambahnya.
Netizen yang menuntut Dinar untuk membantu urusan pribadi, seperti mengurus administrasi atau keuangan, mendapatkan respons keras dari penyanyi. Ia menegaskan bahwa fokusnya kini pada ibadah Ramadan, bukan layanan pribadi.
“Saya menghargai kepedulian kalian, namun saya tidak dapat memenuhi permintaan yang tidak masuk akal selama bulan puasa,” ujar Dinar melalui akun Instagramnya. Pernyataan tersebut memperoleh ribuan suka dan komentar dukungan.
Analis media menilai bahwa kasus ini mencerminkan tekanan publik yang sering dialami selebriti Indonesia, terutama pada masa-masa sensitif seperti Ramadan. Mereka mencatat bahwa netizen cenderung mengabaikan batas pribadi.
Sementara itu, Ko Apex menegaskan bahwa ia tidak akan membiarkan rumor merusak hubungan baik antara keluarganya dan Dinar. Ia berharap publik dapat menilai fakta secara objektif.
Ramadan 2024 diperkirakan berlangsung selama 30 hari, dimulai pada 10 Maret dan berakhir pada 8 April. Banyak tokoh publik di Indonesia menyesuaikan jadwal kerja untuk lebih banyak beribadah.
Dinar Candy menyatakan akan tetap berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang bersifat sukarela, namun menolak penawaran pekerjaan DJ yang bersifat komersial hingga Ramadan selesai. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan spiritual.
Keputusan itu diharapkan memberi contoh bagi rekan-rekan industri hiburan dalam menyeimbangkan karier dan kepercayaan pribadi. Beberapa artis lain juga mengumumkan penyesuaian serupa menjelang bulan suci.
Meskipun menghadapi kritik, Dinar tetap optimis bahwa Ramadan akan memperkuat hubungannya dengan penggemar dan keluarga dekat. Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar semua pihak dapat bersikap bijak.
Dengan menahan diri dari pekerjaan DJ dan menolak permintaan yang tidak realistis, Dinar Candy menegaskan komitmennya pada ibadah dan nilai-nilai pribadi selama Ramadan yang akan berakhir pada awal April.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan