Media Kampung – 28 Maret 2026 | Jakarta, 27 Maret 2026 – Penyanyi Anji mengiringi ibunya, Siti Sundari, ke pemakaman di TPU Mangun Jaya, Kabupaten Bekasi, pada Jumat sore. Prosesi berlangsung sederhana namun sarat makna.

Acara dimulai dengan kehadiran keluarga inti, termasuk adik kembar Erie Prasetyo, yang tampak berusaha menahan emosi. Anji mendampingi Erie hingga liang lahat, memberi isyarat untuk tetap tegar.

Setelah jenazah diletakkan, Anji mengucapkan, “Jangan nangis ya,” sambil menepuk bahu Erie. Kalimat singkat itu menjadi peneguh semangat bagi anggota keluarga yang hadir.

Setelah prosesi selesai, Anji dan Erie menaburkan bunga di atas makam. Erie menunduk, sementara Anji memberikan tepukan hangat sebagai bentuk dukungan.

Dalam wawancara singkat, Anji mengakui rasa kehilangan yang mendalam, namun menegaskan bahwa keluarganya berusaha melepas sang ibu dengan ikhlas. “Kami sangat kehilangan, tapi kami juga melepaskan dengan keikhlasan,” ujarnya.

Anji menambahkan bahwa ibunya adalah sosok yang sensitif, sehingga ia belajar menjadi lebih kuat dalam menghadapi duka. “Mama cengeng banget, tapi hari ini saya belajar tidak cengeng agar ikhlas,” katanya.

Ia juga menyampaikan rasa syukur atas kenangan hangat yang masih tersimpan, termasuk momen kebersamaan saat ibunya masih hidup. Kenangan tersebut menjadi penguat mental Anji selama proses berduka.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Anji meminta maaf atas segala kesalahan yang mungkin pernah dilakukan terhadap ibunya, baik disengaja maupun tidak. Ia juga membuka ruang bagi pihak yang memiliki urusan yang belum selesai, seperti hutang piutang.

“Jika ada sangkut paut utang piutang atau apa pun yang belum selesai, tolong sampaikan kepada kami,” tegas Anji dalam pernyataan resmi yang dibacakan pada acara tersebut.

Siti Sundari meninggal pada Kamis, 26 Maret 2026, pukul 20.03 WIB. Kematian pertama kali diumumkan oleh Erie melalui unggahan di Instagram, menyampaikan kabar duka kepada publik.

Menurut keterangan Anji, tidak ada gejala penyakit berat yang terlihat sebelum ibunya menghembuskan napas terakhir. Ibunda masih dapat beraktivitas sehari-hari hingga malam sebelum wafat.

Namun, tim medis yang menangani saat Siti dibawa ke IGD menyatakan kematian disebabkan faktor usia serta penurunan kesehatan alami, terutama penyakit jantung dan ginjal yang diderita sejak lama.

“Mama memang memiliki penyakit jantung dan ginjal, namun tidak sampai masuk IGD karena sakit berat,” jelas Anji, menegaskan bahwa kondisi kematian terjadi secara natural saat tidur.

Selama prosesi, Anji menunjukkan ketegaran yang konsisten, meski matanya tampak sedikit bengkak. Ia tetap tenang, memberi semangat kepada anggota keluarga lain yang hadir.

Erie, yang turun langsung ke liang lahat, tampak tak kuasa menahan tangis, namun dukungan dari Anji membantu menstabilkan emosinya. Kedua bersaudara saling menguatkan dalam suasana duka.

Keluarga Anji menaburkan bunga mawar putih di atas makam, simbol penghormatan dan harapan kedamaian bagi almarhumah. Tindakan ini mencerminkan tradisi keluarga dalam menghormati orang tua.

Setelah upacara, para kerabat dan sahabat Anji memberikan ucapan bela sungkawa, menyoroti peran ibunya sebagai pendukung utama dalam karier musik sang anak. Banyak yang mengingat sosok Siti Sundari sebagai wanita yang penuh kasih.

Media sosial menampilkan ribuan komentar yang mengapresiasi sikap ikhlas Anji serta mengingat kontribusi ibunya dalam membentuk karakter penyanyi tersebut. Beberapa netizen menyebutkan bahwa keikhlasan menjadi contoh bagi banyak orang.

Di tengah duka, Anji juga menegaskan tekadnya untuk melanjutkan karier musik dengan semangat yang lebih matang. Ia berjanji akan tetap berkarya demi menghormati ingatan ibunya.

Acara pemakaman selesai sekitar pukul 19.00 WIB, dan keluarga berencana mengadakan tahlilan pada malam harinya sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Secara keseluruhan, prosesi pemakaman Siti Sundari memperlihatkan kebersamaan keluarga Anji dalam menghadapi kehilangan. Sikap ikhlas dan dukungan emosional menjadi inti dari peristiwa ini.

Dengan kepergian sang ibu, Anji dan Erie melangkah ke fase baru dalam kehidupan pribadi dan profesional mereka, sambil tetap menghargai nilai-nilai yang diajarkan oleh ibunya.

Berita ini mencerminkan proses duka yang dijalani dengan ketenangan, mengingatkan pembaca akan pentingnya keikhlasan dalam menghadapi kehilangan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.