Media Kampung – 18 Maret 2026 | Veteran penyanyi Indonesia Anggun C. Sasmi, yang lebih dikenal lewat karier musiknya sejak 1990-an, mengungkapkan rasa terkejut saat pertama kali terjun ke dunia perfilman melalui film Para Perasuk. Pengalaman ini menambah dimensi baru pada perjalanan kariernya, sekaligus menegaskan perbedaan signifikan antara dunia musik dan sinema.

Debut Akting Anggun di Film “Para Perasuk”

Pada 9 Maret 2026, Anggun menghadiri press junket Para Perasuk di kawasan Jakarta Selatan. Film ini menandai debut aktingnya, di mana ia memerankan tokoh Guru Asri, seorang perasuk senior yang memimpin tradisi kerasukan di Desa Latas. Sutradara Wregas Bhanuteja menambahkan bahwa Anggun berkontribusi dalam menciptakan dua puluh mantra hewan yang menjadi elemen penting dalam narasi film.

Rasa Terkejut dan Tantangan Syuting

Anggun menceritakan bahwa pagi itu dimulai dengan panggilan syuting pada pukul empat dini hari. “Kayak kaget gitu loh, kalau bangun jam 4 pagi, syuting, nunggunya itu bisa sampai berjam‑jam, terus tiba‑tiba ‘Syuting sekarang!’” ujarnya. Ia menilai proses pembuatan film lebih berat dibandingkan produksi musik, mengingat kebutuhan koordinasi yang intens antara kru, aktor, dan tim produksi.

Perbedaan Budaya Kerja Antara Film dan Musik

Menurut Anggun, kerja dalam industri film bersifat kolektif. “Di film, kru, aktor‑aktris banting tulang bersama untuk satu misi. Sedangkan dalam musik, biasanya kita bekerja secara individu,” jelasnya. Pandangan ini membuatnya menyadari pentingnya mindset komunal, di mana keterlambatan satu orang dapat mempengaruhi seluruh tim.

Reaksi Sutradara dan Kolaborasi Kreatif

Sutradara Wregas Bhanuteja memuji intuisi Anggun dalam menciptakan mantra hewan. “Aku cuma bilang, ‘Mbak, aku percaya pada intuisimu aja dalam membuat mantra ini’, masuk ke ruang recording, respons aja pengin ngeluarin apa, akhirnya terciptalah 20 mantra yang one take dan dipakai sepanjang film,” katanya. Kolaborasi ini memperlihatkan sinergi antara artis musik dan sineas, menambah nilai artistik pada film.

Selain Anggun, Para Perasuk menampilkan Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Chicco Kurniawan, dan Bryan Domani. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 23 April 2026, mengundang antusiasme penonton yang ingin menyaksikan penampilan pertama Anggun di layar lebar.

Pengalaman syuting ini memberi Anggun perspektif baru tentang kerja tim dan kreativitas lintas bidang. Ia menyatakan rasa hormat yang lebih dalam kepada para seniman film, sekaligus berharap dapat mengeksplorasi peran akting di masa depan.

Dengan keberanian mencoba peran baru dan kolaborasi yang produktif, Anggun C. Sasmi membuktikan bahwa seniman tidak harus terbatas pada satu medium. Kesuksesan Para Perasuk dapat menjadi batu loncatan bagi lebih banyak artis musik untuk merambah dunia perfilman.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.