Cara memperbanyak monstera dapat dilakukan dengan beberapa metode sederhana yang bisa dipraktikkan di rumah. Tanaman hias berdaun lebar ini dikenal memiliki bentuk daun berlubang atau terbelah yang memberikan nuansa tropis sekaligus dramatis saat ditempatkan di dalam ruangan.
Karena tampilannya yang unik, tanaman monstera berukuran besar kerap dibanderol dengan harga cukup mahal. Oleh sebab itu, memperbanyak tanaman dari induk yang sudah ada sering menjadi pilihan bagi pecinta tanaman hias yang ingin menambah koleksi tanpa harus membeli tanaman baru.
Tanaman monstera tergolong mudah diperbanyak. Beberapa metode yang bisa digunakan antara lain melalui stek batang, cangkok udara, maupun menggunakan biji.
Sumber dari situs berkebun Gardening Know How pada Rabu (11/03/2026) menjelaskan bahwa metode stek menjadi cara yang paling sering dilakukan karena relatif mudah dan cepat menghasilkan tanaman baru.
Untuk melakukan perbanyakan, beberapa alat sederhana perlu disiapkan, seperti gunting pangkas yang tajam untuk memotong bagian tanaman serta media tanam berkualitas yang kaya nutrisi.
Berbeda dengan banyak tanaman hias lainnya, monstera sebenarnya dapat diperbanyak sepanjang tahun. Namun, tanaman ini cenderung tumbuh lebih optimal ketika suhu udara hangat karena kondisi tersebut mendukung munculnya tunas baru dengan lebih cepat.
Metode yang paling umum dilakukan adalah melalui stek batang. Prosesnya dimulai dengan mencari bagian buku atau node pada batang tanaman yang memiliki tunas kecil. Setelah itu batang dipotong sekitar 2,5 hingga lima sentimeter di bawah node tersebut.
Agar peluang tumbuh lebih besar, stek sebaiknya memiliki setidaknya tiga hingga lima helai daun. Potongan batang kemudian dapat diletakkan di dalam gelas berisi air.
Air perlu diganti secara berkala setiap beberapa hari untuk menjaga kebersihan dan mencegah pembusukan. Setelah akar mulai terbentuk, tanaman bisa dipindahkan ke pot yang berisi tanah.
Selain menggunakan air, stek juga dapat langsung ditanam di dalam media tanah. Tanah sebaiknya sudah dibasahi terlebih dahulu dan memiliki kandungan nutrisi yang cukup. Selama proses pembentukan akar, media tanam perlu dijaga tetap lembap.
Akar biasanya mulai berkembang dalam waktu dua hingga tiga minggu. Pada masa ini, tanaman perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan pertumbuhannya berjalan baik sebelum dipindahkan ke pot yang lebih besar.
Metode lain yang dapat digunakan untuk memperbanyak monstera adalah melalui teknik cangkok udara. Cara ini dilakukan dengan menumbuhkan akar pada batang tanpa memotongnya terlebih dahulu dari tanaman induk.
Batang yang dipilih sebaiknya sehat serta memiliki buku dan akar udara. Bagian tersebut kemudian dibungkus menggunakan lumut yang sudah dibasahi, lalu ditutup dengan plastik agar kelembapannya terjaga.
Lumut perlu diperiksa beberapa kali dalam seminggu dan disemprot air jika mulai mengering. Dalam waktu sekitar tiga hingga empat minggu biasanya akar baru mulai muncul.
Setelah akar terbentuk, batang dapat dipotong dari tanaman induk lalu dipindahkan ke pot berisi tanah segar agar dapat tumbuh menjadi tanaman baru.
Selain cangkok udara, monstera juga bisa diperbanyak melalui teknik layering sederhana. Cara ini dilakukan dengan menekan tunas panjang dari tanaman induk ke dalam pot berisi tanah hingga tumbuh akar baru. Setelah akarnya terbentuk, tunas tersebut dapat dipisahkan dan dipindahkan ke pot masing-masing.
Metode terakhir adalah memperbanyak monstera melalui biji. Cara ini relatif lebih lama karena tanaman monstera membutuhkan waktu sekitar satu tahun atau lebih untuk menghasilkan buah matang yang berisi biji.
Biji dapat ditanam langsung di dalam pot dengan media tanam seperti gambut atau bahan lembap lainnya. Media tersebut harus dijaga tetap lembap dan diletakkan di tempat hangat dengan pencahayaan tidak langsung.
Bibit monstera memiliki karakter pertumbuhan yang unik karena cenderung menjauhi cahaya dan mencari area yang lebih gelap untuk merambat. Proses perkecambahan biasanya memerlukan waktu sekitar tiga hingga empat bulan.
Karena tidak semua biji berhasil tumbuh, penyemaian sebaiknya dilakukan dalam jumlah lebih banyak. Selain itu, pemindahan bibit perlu dilakukan dengan hati-hati karena tanaman muda cukup rentan mengalami stres yang dapat menghambat pertumbuhan. (SY)


Tinggalkan Balasan