Media Kampung – 11 Maret 2026 | Ahmad Subada Gentar, lebih dikenal dengan nama panggung Genta KDI, menghembuskan napas terakhir pada Sabtu, 7 Maret 2026 di RSUD Balaraja, Kabupaten Tangerang, setelah berjuang melawan komplikasi diabetes. Kehilangan sang musisi berusia 41 tahun ini menimbulkan duka mendalam di kalangan penggemar, rekan industri, dan pecinta musik dangdut Indonesia.
Latar Belakang dan Awal Karier
Genta lahir pada 15 Juli 1985. Sejak masa muda, ia sudah menunjukkan ketertarikan kuat pada musik. Pada awal 2000-an, ia bergabung dengan grup musik lokal bernama Puing Band, yang aktif berkompetisi dalam berbagai festival musik di Bandung dan berhasil meraih beberapa penghargaan. Pengalaman tersebut menjadi batu loncatan bagi Genta untuk menapaki panggung nasional.
Sebelum terjun ke dunia musik profesional, Genta menempuh pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada tahun 2000, namun kemudian pindah ke Bandung karena alasan pribadi. Ia menyelesaikan studi jurusan Broadcasting Film dan Televisi di Universitas Mercu Buana Jakarta, lulus pada tahun 2008, yang kemudian memperluas kemampuannya sebagai penyiar radio dan pembuat konten.
Kontes Dangdut Indonesia (KDI) sebagai Gerbang Kesuksesan
Terobosan utama dalam karier Genta terjadi pada tahun 2005 ketika ia mengikuti Kontes Dangdut Indonesia (KDI) season 2. Meskipun tidak masuk tiga besar, Genta berhasil masuk dalam jajaran finalis dan menarik perhatian publik serta produser musik. Penampilannya yang memadukan elemen dangdut dengan rap menjadi ciri khas yang membedakannya dari peserta lain.
Setelah KDI, Genta terus mengembangkan diri sebagai penyanyi, penulis lagu, produser, serta guru vokal. Ia juga sempat tampil di ajang pencarian bakat Popstar di stasiun televisi swasta, namun tidak lolos audisi. Keberhasilan di KDI membuka peluang bagi Genta untuk berkolaborasi dengan musisi lain dan mengisi panggung acara‑acara off‑air seperti pernikahan, khitanan, dan gathering perusahaan.
Perjalanan Karier dan Karya
Selama lebih dari satu dekade, Genta menghasilkan sejumlah lagu yang cukup dikenal, antara lain:
- “Janda Kayangan”
- “Sendiri Aku Diam”
- Kolaborasi dengan Dina KDI dalam lagu “Kilau DMD” (YouTube/MNCTV Rumahnya Dangdut)
Selain itu, ia aktif menulis, memproduksi, dan melatih vokal bagi penyanyi muda. Genta juga dikenal sebagai aktor televisi dan penyiar radio, serta pembuat konten review makanan yang mengisi kanal media sosialnya.
Perjuangan Melawan Diabetes
Di balik gemerlap panggung, Genta telah lama berjuang melawan penyakit diabetes tipe 2. Kondisi tersebut menimbulkan komplikasi serius, memaksa ia menjalani cuci darah setiap dua minggu sekali. Pada awal 2026, komplikasi tersebut semakin parah, sehingga ia dirawat intensif di RSUD Balaraja. Keluarga dan sahabat dekat, termasuk Gita KDI, mengirimkan doa melalui media sosial. Pada akun resmi KDI @mnctvkdi, mereka menuliskan, “Rest in Love, Ahmad Subada Gentar – Genta KDI” serta harapan agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Kematian dan Reaksi Publik
Kabar duka Genta tersebar luas pada 7 maret 2026, bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Ribuan penggemar mengungkapkan rasa kehilangan mereka melalui komentar di Instagram, Twitter, dan forum musik. Rekan-rekan sesama kontestan KDI, produser, dan artis lain turut menyampaikan penghargaan atas dedikasi Genta dalam mengembangkan musik dangdut yang lebih modern.
Warisan dan Pengaruh
Genta KDI meninggalkan jejak yang tak dapat diabaikan. Ia menjadi contoh bagi banyak penyanyi muda yang ingin menggabungkan genre tradisional dengan elemen kontemporer. Melalui perannya sebagai guru vokal, ia membimbing generasi baru penyanyi dangdut, pop, dan jazz. Diskografi singkatnya, meski tidak sebanyak bintang pop mainstream, tetap menunjukkan kualitas lirik yang kuat dan melodi yang mudah diingat.
Kepergiannya juga mengingatkan publik akan pentingnya kesadaran kesehatan, khususnya pengelolaan diabetes. Beberapa organisasi kesehatan di Indonesia memanfaatkan momen ini untuk mengkampanyekan pemeriksaan rutin dan gaya hidup sehat.
Dengan profil dan biodata Genta KDI ini, diharapkan karyanya terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi dunia hiburan Tanah Air.









Tinggalkan Balasan