Penyanyi cilik asal Banyuwangi, Farel Prayoga, tengah menjadi sorotan setelah konflik antara ayah kandung dan manajemennya terkait pengelolaan keuangan mencuat ke ruang publik. Di tengah polemik tersebut, manajer menegaskan bahwa kewajiban nafkah kepada orang tua tetap dijalankan, sementara Farel sendiri berharap persoalan keluarga ini segera diselesaikan secara damai agar tidak mengganggu masa depannya.


BANYUWANGI โ€“ Nama penyanyi muda Farel Prayoga kembali menjadi perhatian publik. Bukan karena karya musik terbarunya, melainkan akibat konflik keluarga yang menyeret persoalan pengelolaan keuangan dan hubungan antara ayah kandungnya dengan pihak manajemen.

Perselisihan mencuat setelah ayah Farel, Joko, secara terbuka mempertanyakan klaim manajer mengenai total penghasilan sang anak yang disebut bernilai besar. Melalui sejumlah unggahan video di media sosial, pihak ayah menantang manajer Farel, Muhammad Rais, untuk membuktikan angka tersebut dan menilai pengelolaan keuangan belum disampaikan secara transparan.

Menanggapi hal itu, Muhammad Rais menyatakan bahwa hak dan kewajiban Farel terhadap orang tua tetap dijalankan. Ia menegaskan, meskipun hubungan dengan ayah kandungnya sedang tidak harmonis, Farel secara rutin memberikan nafkah.

โ€œTransfer kepada orang tua tetap dilakukan. Dalam bulan ini saja sudah dua kali,โ€ ujar Rais dalam keterangannya. Ia menjelaskan, seluruh transaksi keuangan masih difasilitasi manajemen karena Farel belum sepenuhnya mengelola rekening bank secara mandiri.

Rais juga mengungkap adanya kendala komunikasi dengan ayah Farel. Menurutnya, selama ini kerap terjadi peminjaman uang yang tidak dikembalikan, serta pergantian nomor telepon berulang kali, sehingga menyulitkan proses koordinasi dan pertanggungjawaban.

Di tengah polemik tersebut, Farel Prayoga memilih bersikap menenangkan. Melalui sebuah video di kanal YouTube pribadinya, penyanyi remaja itu menyampaikan harapan agar konflik antara ayah dan manajemennya dapat segera diselesaikan secara baik-baik.

Ia mengaku persoalan ini cukup memengaruhi kehidupan pribadi dan citranya sebagai artis muda. Farel berharap semua pihak bisa menahan diri dan mengutamakan penyelesaian secara kekeluargaan agar dirinya dapat kembali fokus pada pendidikan dan karier bermusik.

Kasus ini memantik perhatian publik terkait perlindungan anak di industri hiburan, terutama soal tekanan keluarga dan pengelolaan finansial terhadap artis di usia muda. Dukungan moral dari masyarakat pun mengalir kepada Farel, dengan harapan konflik tersebut dapat berakhir damai dan tidak meninggalkan dampak berkepanjangan bagi masa depannya.