Gaya hidup kaum rebahan kini banyak ditemui di berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Meski dapat menjadi cara melepas penat, kebiasaan berbaring dan malas bergerak ini berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, terutama pada anak-anak. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota Depok untuk mengajak anak-anak lebih aktif melalui kegiatan permainan tradisional.

Pemkot Depok secara rutin menggelar permainan atau dolanan tradisional setiap Jumat sore di Depok Open Space, halaman Balai Kota Depok. Kegiatan yang diikuti ratusan anak dari Gabungan Organisasi Anak (GOA) ini dinilai efektif membangkitkan semangat anak-anak agar lebih aktif bergerak.

Permainan seperti lompat karet, sepak bulu ayam, hingga engklek menjadi bagian dari aktivitas fisik yang dapat mengurangi kebiasaan bermalas-malasan. Menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kota Depok, Zakiah, permainan tradisional memberi ruang bagi anak untuk bersosialisasi sekaligus melatih kebugaran.

Ia menjelaskan bahwa permainan tersebut berperan penting sebagai aktivitas fisik yang mampu merangsang perkembangan otak, meningkatkan fungsi jantung serta pembuluh darah, dan memperkuat kesehatan mental anak. Selain itu, kegiatan ini dinilai dapat mengurangi stres dan melatih keseimbangan tubuh.

Zakiah mengajak anak-anak di Kota Depok yang terbiasa mager untuk mulai aktif bergerak dan memanfaatkan dolanan tradisional sebagai alternatif kegiatan menyenangkan. Ia berharap kebiasaan ini dapat menumbuhkan budaya hidup sehat sekaligus menjaga kebugaran tubuh dalam jangka panjang. (balqis).